IDERAKYAT.COM – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berkomitmen memperkuat program pelestarian lingkungan setelah mendapat perhatian dari Kementerian Lingkungan Hidup terkait kualitas udara di daerah tersebut yang disebut sebagai salah satu yang paling bersih di Indonesia.
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, mengatakan hal tersebut disampaikannya saat melakukan pertemuan dengan pihak Kementerian Lingkungan Hidup. Menurutnya, kualitas udara Kabupaten Tasikmalaya yang sangat baik merupakan hasil pengukuran dan pemantauan yang dilakukan oleh instansi terkait.
“Pada pertemuan tersebut kami menyampaikan bahwa Kabupaten Tasikmalaya memiliki kualitas udara yang sangat baik. Tentu ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk terus menjaganya,” ujar Asep.
Ia menegaskan, Pemkab Tasikmalaya akan terus berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dalam berbagai program pelestarian lingkungan. Salah satu fokus utama adalah meningkatkan gerakan penanaman pohon serta menjaga kelestarian pohon-pohon yang sudah ada.
Menurut Asep, keberadaan pohon sangat penting karena berfungsi sebagai penyerap karbon (carbon capture) sekaligus daerah resapan air yang mampu menjaga keseimbangan lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim.
Selain menjaga kualitas udara, Pemkab Tasikmalaya juga berupaya menuntaskan persoalan pengelolaan sampah. Ia menilai sampah tidak boleh lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai potensi ekonomi yang dapat memberikan manfaat jika dikelola dengan baik.
“Sampah bukan menjadi beban. Jika dikelola secara benar dan mandiri, sampah justru bisa menjadi investasi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.
Asep mengungkapkan, Kementerian Lingkungan Hidup juga berencana memberikan dukungan kepada Kabupaten Tasikmalaya dalam bentuk bantuan sarana pengangkutan sampah. Bantuan tersebut diharapkan dapat segera direalisasikan untuk memperkuat pelayanan persampahan di daerah.
“Bahkan Pak Menteri berencana menyerahkan langsung bantuan tersebut di Tasikmalaya. Mudah-mudahan dapat segera terealisasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebutuhan armada pengangkut sampah di Kabupaten Tasikmalaya masih jauh dari ideal. Saat ini pemerintah daerah masih membutuhkan sedikitnya lima unit armada tambahan untuk meningkatkan pelayanan pengangkutan sampah di berbagai wilayah.
Selain itu, Asep mendorong agar setiap kecamatan memiliki sistem penanganan sampah secara mandiri sehingga volume sampah yang harus dibawa ke tempat pembuangan akhir dapat terus dikurangi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PUTRLH) Kabupaten Tasikmalaya, Deden Ramdhan Nugraha, mengakui keterbatasan armada pengangkut sampah yang dimiliki pemerintah daerah saat ini.
Menurut Deden, Kabupaten Tasikmalaya hanya memiliki 10 unit kendaraan pengangkut sampah. Namun dari jumlah tersebut, dua unit sedang tidak beroperasi sehingga armada yang aktif saat ini hanya delapan unit.
“Saat ini kami hanya memiliki 10 armada, tetapi dua unit tidak aktif sehingga yang beroperasi tinggal delapan unit,” katanya.
Ia menilai jumlah tersebut masih sangat kurang jika dibandingkan dengan luas wilayah Kabupaten Tasikmalaya yang mencakup 39 kecamatan. Bahkan dibandingkan dengan daerah lain, jumlah armada yang dimiliki Kabupaten Tasikmalaya tergolong minim.
“Kalau dibandingkan dengan daerah lain, armada pengangkut sampah kita termasuk yang paling sedikit. Dengan luas wilayah Kabupaten Tasikmalaya, idealnya kami memiliki minimal 20 unit armada pengangkut sampah agar pelayanan bisa lebih optimal,” ungkapnya.
Pemkab Tasikmalaya berharap dukungan dari pemerintah pusat serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dapat menjadi modal penting untuk mempertahankan kualitas udara yang bersih sekaligus mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih baik di masa mendatang.

