Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto, Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan UMKM Ultra Mikro

Danantara Asset Management meninjau langsung program pemberdayaan nasabah PNM di Mojokerto. Lebih dari 73 ribu nasabah aktif merasakan manfaat pembiayaan dan pendampingan usaha.

IDERAKYAT.COM – Komitmen memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan pelaku usaha ultra mikro terus ditunjukkan Danantara Indonesia. Salah satunya diwujudkan melalui kunjungan jajaran Komisaris Danantara Asset Management ke sejumlah layanan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Kota dan Kabupaten Mojokerto, Selasa (21/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung kegiatan Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM), mengunjungi usaha milik nasabah PNM Mekaar, hingga melihat aktivitas belajar di Ruang Pintar PNM.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung implementasi program pemberdayaan yang dijalankan PNM bagi masyarakat prasejahtera.

Melalui kunjungan tersebut, Danantara memperoleh gambaran mengenai model pemberdayaan PNM yang tidak hanya memberikan akses pembiayaan kepada perempuan pelaku usaha ultra mikro, tetapi juga menghadirkan pendampingan berkelanjutan.

Dalam setiap PKM, para nasabah mendapatkan pembinaan rutin mengenai pengelolaan usaha, literasi keuangan, hingga penguatan jejaring sosial antaranggota kelompok. Pendekatan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Hingga 30 Juni 2026, PNM tercatat telah melayani lebih dari 73 ribu nasabah aktif di Kota dan Kabupaten Mojokerto. Pelayanan tersebut dilakukan melalui 25 Unit Mekaar yang didukung 352 Account Officer (AO) Pendamping dengan pendampingan rutin terhadap 5.515 kelompok mingguan.

Secara nasional, PNM telah melayani lebih dari 23,3 juta masyarakat prasejahtera melalui lebih dari 40 ribu Account Officer yang tersebar di 4.655 kantor layanan, termasuk 58 kantor cabang di 36 provinsi di Indonesia.

Mayoritas nasabah PNM di Mojokerto bergerak di sektor perdagangan sebagai penggerak utama ekonomi lokal. Selain itu, terdapat pula pelaku usaha di bidang pertanian, jasa, hingga industri rumahan yang terus berkembang berkat dukungan pembiayaan dan pendampingan usaha.

Salah seorang nasabah PNM Mekaar, Sulikah, menceritakan perjalanannya membangun usaha dari berjualan jajanan anak-anak di rumah hingga berkembang menjadi warung bakso di jalur pendakian.

Menurutnya, pendampingan yang diberikan PNM tidak hanya membantu dari sisi modal usaha, tetapi juga meningkatkan kemampuan mengelola usaha sehingga kini ia mampu menjual berbagai menu tambahan seperti gorengan dan aneka minuman yang turut meningkatkan pendapatan keluarganya.

Selain sektor ekonomi, rombongan Danantara juga mengunjungi Ruang Pintar PNM Majada Al-Hidayah yang menjadi bagian dari program pemberdayaan sosial PNM.

Program tersebut memberikan layanan pendidikan informal bagi anak-anak keluarga nasabah. Saat ini terdapat 43 anak, mulai dari jenjang PAUD hingga kelas VI SD, yang mengikuti kegiatan belajar secara rutin setiap Rabu dan Kamis.

Komisaris Utama Danantara Asset Management, Rabin Indrajad, menilai program Ruang Pintar menunjukkan bahwa pemberdayaan yang dilakukan PNM tidak berhenti pada aspek pembiayaan.

“Yang kami apresiasi dari PNM bukan hanya pembiayaannya. Ada kepedulian yang nyata melalui Ruang Pintar dan perhatian terhadap lingkungan sekitar nasabah, sehingga pemberdayaan benar-benar terasa menyeluruh,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama PNM, Sunar Basuki, menegaskan bahwa pemberdayaan menjadi fondasi utama dalam setiap layanan yang diberikan perusahaan kepada masyarakat.

“Pemberdayaan bukan sekadar program pendamping, tetapi inti dari setiap langkah yang PNM lakukan. Kami ingin memastikan setiap nasabah merasakan manfaat yang nyata, mulai dari meningkatnya kapasitas usaha, bertambahnya kepercayaan diri, hingga hadirnya harapan baru bagi keluarga mereka. Dukungan Danantara menjadi penguat agar manfaat ini dapat menjangkau lebih banyak perempuan prasejahtera dan semakin memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan,” kata Sunar.

Melalui sinergi antara Danantara Asset Management dan PNM, diharapkan semakin banyak perempuan pelaku usaha ultra mikro yang mampu meningkatkan skala usahanya, memperbaiki kesejahteraan keluarga, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari tingkat akar rumput.