Tasikmalaya Siapkan Kekuatan Penuh ke Porprov 2026, Seluruh Atlet Hasil Pembinaan Daerah

IDERAKYAT.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tasikmalaya resmi memulai tahapan persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Langkah awal tersebut ditandai dengan pelaksanaan Kick Off persiapan kontingen Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan tersebut menjadi momentum awal bagi ratusan atlet dan ofisial yang telah lolos seleksi untuk memulai program pembinaan dan pemusatan latihan secara lebih intensif. Sebagai bagian dari tahapan persiapan, para atlet langsung menjalani tes fisik awal di Universitas Siliwangi (UNSIL) guna mengukur kondisi kebugaran sebelum memasuki program latihan.

Ketua KONI Kabupaten Tasikmalaya, Erry Purwanto, mengatakan Kick Off bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan simbol dimulainya perjuangan atlet menuju ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.

“Kick Off ini menjadi momentum kebangkitan olahraga Kabupaten Tasikmalaya. Hari ini seluruh atlet dan ofisial yang telah lolos seleksi menjalani tes fisik untuk mengetahui kondisi awal mereka sebelum memasuki tahapan latihan yang lebih terukur dan terprogram,” ujar Erry.

Berdasarkan hasil seleksi yang telah dilakukan, Kabupaten Tasikmalaya berhasil meloloskan 269 atlet dari 39 cabang olahraga. Mereka akan didampingi oleh 184 pelatih dan manajer yang telah lolos proses verifikasi administrasi.

Secara keseluruhan, kontingen Kabupaten Tasikmalaya akan berpartisipasi pada 156 nomor pertandingan di Porprov Jawa Barat 2026.

Menurut Erry, capaian yang cukup membanggakan datang dari cabang olahraga sepak bola yang kembali berhasil lolos ke Porprov setelah menanti selama sekitar tiga dekade. Selain itu, cabang futsal juga sukses mengamankan tiket menuju ajang tersebut.

Ia menegaskan bahwa seluruh atlet yang dipersiapkan merupakan hasil pembinaan daerah tanpa melibatkan atlet dari luar wilayah.

“Kami bangga karena seluruh atlet yang akan berlaga merupakan atlet asli hasil pembinaan Kabupaten Tasikmalaya. Tidak ada atlet impor.

Bahkan jumlah atlet binaan lokal meningkat sekitar 30 persen dibandingkan sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan selama ini mulai membuahkan hasil,” katanya.

Meski masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana olahraga, Erry optimistis para atlet mampu bersaing dengan daerah lain yang memiliki fasilitas lebih lengkap.

Sebagai bentuk perlindungan dan perhatian terhadap atlet, KONI Kabupaten Tasikmalaya juga telah mendaftarkan seluruh atlet, pelatih, dan manajemen ke program BPJS Ketenagakerjaan.

Selain itu, para atlet juga menerima dukungan pembinaan berupa bonus dan bantuan untuk menunjang pelaksanaan pemusatan latihan.

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, hadir memberikan motivasi kepada para atlet dan pengurus KONI. Ia mengapresiasi upaya KONI yang terus berupaya mengembangkan olahraga daerah meskipun di tengah berbagai keterbatasan.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada KONI Kabupaten Tasikmalaya yang tetap berkomitmen membangun olahraga daerah. Bahkan dalam kondisi terbatas, KONI tetap melakukan berbagai langkah positif, termasuk upaya penataan dan pembersihan kawasan SOR Kaliki,” ujar Cecep.

Bupati menjelaskan bahwa pembangunan sarana olahraga menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dan telah masuk ke dalam 13 program prioritas pembangunan Kabupaten Tasikmalaya.

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah daerah tengah merancang pembangunan stadion sepak bola berstandar internasional di wilayah Cipatujah. Selain itu, pembangunan kolam renang berstandar internasional juga masuk dalam perencanaan melalui berbagai skema pendanaan yang sedang dipersiapkan.

“Kami melihat potensi atlet Kabupaten Tasikmalaya sangat besar. Namun potensi itu harus didukung dengan latihan yang konsisten dan fasilitas yang memadai. Karena itu, pembangunan sarana olahraga akan terus kami dorong secara bertahap,” katanya.

Cecep juga mengakui berkurangnya dukungan anggaran berdampak terhadap intensitas pembinaan atlet. Untuk mengatasi hal tersebut, ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) turut terlibat dalam mendukung cabang olahraga melalui program bapak asuh.

“Kami ingin setiap OPD memiliki peran dalam mendukung cabang olahraga tertentu. Dengan begitu pembinaan atlet bisa berjalan lebih optimal dan berkelanjutan,” tegasnya.

Kepada seluruh atlet yang akan mewakili Kabupaten Tasikmalaya di Porprov Jawa Barat 2026, Bupati berpesan agar menjaga semangat juang, menjunjung tinggi sportivitas, serta mempersiapkan diri sebaik mungkin demi meraih prestasi terbaik.

“Jaga semangat, jaga sportivitas, dan lakukan ikhtiar maksimal dalam setiap latihan maupun pertandingan. Insya Allah, hasil terbaik akan mengikuti setiap usaha yang sungguh-sungguh,” pesannya.

Dengan kekuatan 269 atlet yang seluruhnya merupakan hasil pembinaan lokal, Kabupaten Tasikmalaya berharap mampu mencatatkan prestasi membanggakan sekaligus membuktikan bahwa pembinaan olahraga dari daerah mampu bersaing di tingkat Jawa Barat.