IDERAKYAT.COM – Kasus dugaan kekerasan terhadap anak kembali terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Seorang siswa sekolah dasar (SD) diduga menjadi korban penganiayaan oleh teman sekelasnya hingga mengalami cedera serius pada bagian perut dan harus menjalani operasi di rumah sakit.
Peristiwa tersebut kini telah dilaporkan ke Satreskrim Polres Tasikmalaya oleh orang tua korban. Laporan baru dibuat setelah kondisi kesehatan korban mulai membaik, karena selama beberapa bulan terakhir keluarga lebih memprioritaskan proses pengobatan dan pemulihan anak.
Sambil menahan tangis, ibu korban, Erni Trisnayanti, mengatakan anaknya mengalami rasa sakit berkepanjangan setelah diduga dipukul oleh teman sekelasnya. Meski sempat beberapa kali menjalani pemeriksaan medis, kondisi korban justru semakin memburuk hingga akhirnya dirujuk untuk menjalani operasi di RS Margono Soekarjo, Purwokerto, Jawa Tengah.
“Saya akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polres Tasikmalaya. Anak saya masih dalam tahap pemulihan. Saya baru membuat laporan karena sebelumnya fokus mengurus pengobatan anak saya. Dugaan saya, akibat pemukulan itu anak saya sampai harus menjalani operasi,” ujar Erni, Kamis (30/7).
Erni menjelaskan, dugaan penganiayaan terjadi saat anaknya masih duduk di bangku kelas II SD. Saat itu, sekolah sedang mempersiapkan kegiatan pentas seni akhir tahun dan para siswa bermain di lingkungan sekolah.
Menurutnya, di tengah aktivitas tersebut anaknya diduga mendapat pukulan dari teman sekelasnya. Bahkan, Erni mengaku berada di lingkungan sekolah saat kejadian dan sempat menghampiri anaknya setelah mengetahui insiden tersebut.
“Kejadiannya waktu persiapan pentas seni akhir tahun. Anak saya dipukul. Saat itu saya juga sedang berada di sekolah dan sempat menghampiri anak saya,” katanya.
Kini korban telah naik ke kelas III SD. Meski kondisi kesehatannya mulai membaik setelah menjalani operasi, korban disebut masih menjalani pemulihan fisik sekaligus mengalami trauma akibat peristiwa tersebut.
“Alhamdulillah kondisi anak saya sudah berangsur membaik setelah operasi di RS Margono Purwokerto. Saya melaporkan kasus ini agar anak saya mendapatkan keadilan,” tutur Erni.
Sementara itu, terduga pelaku diketahui merupakan teman sekelas korban. Polisi telah melakukan penyelidikan dengan mendatangi lokasi kejadian, mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi dan keluarga korban.
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya, Aiptu Josner Ringgo, membenarkan bahwa laporan tersebut sedang ditangani pihak kepolisian.
“Benar, kasus ini sudah kami tangani. Karena melibatkan anak, baik korban maupun terduga pelaku sama-sama berusia di bawah 12 tahun, maka penanganannya dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Josner kepada wartawan, Kamis (30/7).
Ia menambahkan, penyidik masih mendalami kronologi kejadian, motif dugaan penganiayaan, serta kemungkinan adanya unsur kelalaian dari pihak terkait. Sejumlah saksi, termasuk korban, telah dimintai keterangan untuk melengkapi proses penyelidikan.
“Saksi-saksi sudah kami periksa. Kasus ini akan kami tangani secara profesional sesuai prosedur yang berlaku,” pungkasnya.
