Miris! Dua Ruang Kelas SMPN 1 Bantarkalong Roboh, Revitalisasi Belum Terealisasi

Dua ruang bangunan di SMP Negeri 1 Bantarkalong, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, ambruk pada Senin (27/7/2026).

IDERAKYAT.COM – Dua ruang bangunan di SMP Negeri 1 Bantarkalong, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, ambruk pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 17.15 WIB. Bangunan yang roboh meliputi satu ruang kelas dan satu ruang kesenian yang diduga mengalami kerusakan akibat usia bangunan yang sudah tua dan lapuk.

Beruntung, peristiwa tersebut terjadi setelah seluruh aktivitas belajar mengajar selesai. Saat kejadian, para siswa telah meninggalkan lingkungan sekolah usai mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.

Kepala SMPN 1 Bantarkalong, Nono Darsono, mengatakan kejadian tersebut menjadi peringatan bahwa sebagian besar bangunan sekolah memang sudah tidak layak digunakan dan membutuhkan penanganan segera.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa karena kejadiannya sore hari setelah anak-anak selesai mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan sudah pulang. Dugaan sementara bangunan roboh karena kondisi material yang sudah lapuk dimakan usia,” ujar Nono, Selasa (28/7/2026).

Ia menjelaskan, tidak hanya dua ruangan yang ambruk, sejumlah fasilitas lain seperti ruang laboratorium dan perpustakaan juga mengalami kondisi serupa. Bangunan-bangunan tersebut telah berusia puluhan tahun sehingga dinilai rawan membahayakan keselamatan warga sekolah.

Untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, pihak sekolah langsung mengambil langkah cepat dengan mengalihkan proses pembelajaran siswa kelas IX ke ruang aula sekolah.

“Untuk sementara proses belajar mengajar anak-anak kelas IX kami pindahkan ke aula agar kegiatan pembelajaran tetap berjalan dengan lancar,” jelasnya.

Menurut Nono, dua ruang yang roboh sebenarnya telah diusulkan untuk diperbaiki melalui program revitalisasi pada tahun 2026. Usulan tersebut sudah disampaikan kepada dinas terkait jauh sebelum kejadian terjadi.

Setelah insiden ambruknya bangunan, Dinas Pendidikan disebut telah memberikan respons positif terhadap laporan dari pihak sekolah. Berdasarkan informasi yang diterima, SMPN 1 Bantarkalong masuk dalam daftar sekolah yang akan memperoleh bantuan revitalisasi pada tahun ini.

“Kami sudah melaporkan kejadian ini kepada dinas dan responsnya sangat baik. Informasinya tahun ini sekolah kami memang mendapat bantuan revitalisasi. Kami berharap bantuan tersebut segera direalisasikan agar sarana belajar anak-anak kembali aman, nyaman, dan layak digunakan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komite SMPN 1 Bantarkalong, Undang Saepul Rohman, membenarkan bahwa banyak ruang kelas di sekolah tersebut sudah mengalami kerusakan dan tidak lagi memenuhi standar keamanan untuk kegiatan belajar mengajar.

“Kami bersama kepala sekolah masih menunggu keputusan revitalisasi dari pemerintah pusat karena sekolah ini sudah masuk dalam daftar penerima. Informasinya pada Agustus nanti akan ada bimbingan teknis (bimtek),” kata Undang.

Pihak sekolah berharap proses revitalisasi dapat segera dilaksanakan agar siswa dapat kembali belajar di ruang kelas yang aman dan representatif. Peristiwa ambruknya dua ruang kelas ini juga menjadi perhatian terhadap pentingnya percepatan rehabilitasi bangunan sekolah yang telah mengalami kerusakan berat di Kabupaten Tasikmalaya.