IDERAKYAT.COM – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Tasikmalaya menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (4/6/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk evaluasi dan kritik terhadap satu tahun kepemimpinan Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin dan Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan mosi tidak percaya terhadap tata kelola pemerintahan yang dinilai belum mampu memenuhi hak-hak dasar masyarakat, terutama pada sektor pendidikan dan kesehatan.
Perwakilan mahasiswa dari Triguna Tasikmalaya, Hasan, menilai Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya gagal menciptakan kondisi yang mendukung lahirnya generasi muda yang berkualitas. Menurutnya, kualitas layanan pendidikan dan kesehatan di daerah masih jauh dari harapan masyarakat.
“Warga Tasikmalaya berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan akses kesehatan yang memadai. Namun hingga saat ini kami melihat masih banyak persoalan yang belum terselesaikan. Kondisi ini menunjukkan kegagalan pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Hasan saat menyampaikan orasi di hadapan massa aksi.
Selain sektor pendidikan dan kesehatan, mahasiswa juga menyoroti tingginya angka kemiskinan dan stunting yang masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Tasikmalaya. Mereka menilai berbagai program yang dijalankan pemerintah daerah belum mampu memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Tidak hanya itu, isu kerusakan lingkungan di sejumlah wilayah Kabupaten Tasikmalaya turut menjadi perhatian dalam aksi tersebut. Para mahasiswa juga menyoroti tingginya angka anak putus sekolah yang dinilai belum mendapatkan penanganan serius dari pemerintah daerah.
Menurut massa aksi, kehadiran mereka merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang masih menghadapi berbagai kesulitan dalam mengakses pelayanan publik dan program pemerintah.
“Kami hadir bukan untuk mencari panggung. Kami membawa suara masyarakat yang selama ini merasa belum mendapatkan perhatian yang maksimal dari pemerintah daerah,” kata salah seorang peserta aksi.
Aksi sempat diwarnai ketegangan saat Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengutus Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Tasikmalaya, Asep Gunadi, bersama sejumlah pejabat lainnya untuk menemui massa.
Namun, mahasiswa menolak berdialog dengan perwakilan pemerintah tersebut dan tetap bersikeras meminta Bupati Tasikmalaya hadir secara langsung untuk mendengarkan berbagai tuntutan yang mereka sampaikan.
“Kami tidak ingin berdiskusi dengan perwakilan. Kami meminta Bupati Tasikmalaya hadir langsung dan mendengar sendiri berbagai persoalan yang kami sampaikan hari ini,” tegas salah seorang orator.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. Hingga aksi berakhir, mahasiswa tetap menunggu respons langsung dari Bupati Tasikmalaya terkait berbagai tuntutan yang mereka ajukan dalam momentum satu tahun kepemimpinan Cecep-Asep.

