Bawa Orang Sakit Pakai Mobil Desa Malah “Kena Mental” Parkir Rp7.000, Warga Tasik Ajak Bupati “Ngedeprak” Bareng

Bawa Orang Sakit Pakai Mobil Desa Malah "Kena Mental" Parkir Rp7.000, Warga Tasik Ajak Bupati "Ngedeprak" Bareng

IDERAKYAT.COM — Niat hati bantu warga kurang mampu berobat, seorang pria di Tasikmalaya malah dibuat pusing tujuh keliling. Gara-garanya sederhana tapi bikin nyesek: tarif parkir di RSUD KHZ Musthafa Singaparna yang dinilai kelewat mahal!

Curhatan ini mendadak tumpah di TikTok lewat akun Olih Putu Sumadimaja hingga viral. Lewat video berdurasi 2 menit 37 detik, Olih tak sanggup menahan rasa kagetnya saat hendak keluar dari area parkir rumah sakit.

“Aing mani ngabaledag hulu ieu…” (Kepalaku rasanya mau pecah…) — Olih, pengunggah video.

Bagaimana tidak kaget? Mobil yang dibawanya adalah mobil pelat merah milik desa yang dipakai khusus untuk mengantar warga sakit. Parkir dari jam 07.52 WIB sampai 10.12 WIB (belum ada 2,5 jam), ia langsung ditagih Rp7.000.

“Coba bayangkan kalau nunggu orang sakit sampai 10 jam di rumah sakit, berapa ratus ribu rakyat harus bayar parkir?” lanjutnya.

Ia pun langsung “mencolek” Bupati Tasikmalaya dan DPRD setempat, bahkan membandingkannya dengan RSUD Pandega Pangandaran yang membebaskan biaya parkir untuk kendaraan dinas/desa.

Kabar viral ini langsung sampai ke telinga Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Ucu Mulyadi. Ia menilai tarif Rp7.000 untuk dua jam di fasilitas kesehatan masyarakat sudah di luar nalar.

Menurut Perda yang berlaku, tarif parkir kendaraan roda empat itu cuma Rp2.000.

“Kalau Rp7.000 untuk dua jam, itu keterlaluan. Seperti masuk tempat wisata saja,” tegas Ucu.

Ucu mengingatkan pengelola parkir agar tidak terlalu komersial di fasilitas publik. Rumah sakit tempat orang berobat, bukan nyari hiburan.

DPRD mendesak agar aturan tarif parkir, mekanisme pemungutan, hingga perlakuan khusus untuk kendaraan pelayanan desa segera dievaluasi dan dibuka secara transparan.