IDERAKYAT.COM – Minat masyarakat terhadap olahraga tenis lapangan di Tasikmalaya masih tergolong tinggi. Hal itu terlihat dari antusiasme peserta yang mengikuti Turnamen Tenis Lapangan Pendopo Cup 2026 di Lapangan Tenis Pendopo Lama Tasikmalaya.
Turnamen tenis lapangan tersebut berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu, 28-30 Agustus 2026. Sebanyak 32 pasangan ambil bagian dalam kompetisi yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Menariknya, dari 32 pasangan yang tampil, sebanyak 11 pasangan merupakan pasangan pemula. Keterlibatan pemain baru tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi perkembangan sekaligus regenerasi olahraga tenis di Tasikmalaya.
Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi mengatakan, jumlah peserta yang cukup banyak menunjukkan bahwa olahraga tenis lapangan masih memiliki peminat di wilayah Kota maupun Kabupaten Tasikmalaya.
“Alhamdulillah ada 32 pasangan, yang 11 pasangan di antaranya adalah pasangan pemula. Ini merupakan langkah awal. Mudah-mudahan bisa meningkatkan semangat dan minat terhadap olahraga tenis,” kata Asep.
Menurut Asep, kehadiran pasangan pemula menjadi salah satu bagian penting dalam memperluas basis pemain tenis di Tasikmalaya. Semakin banyak masyarakat yang mulai mengenal dan mengikuti pertandingan, peluang munculnya atlet-atlet baru juga semakin terbuka.
Ia berharap kegiatan turnamen tidak hanya menjadi ajang perebutan juara, tetapi juga mampu menjadi sarana pembinaan dan regenerasi atlet tenis lapangan di Tasikmalaya.
Asep juga menilai tenis merupakan cabang olahraga yang dapat ditekuni dalam jangka panjang. Tidak hanya berorientasi pada prestasi, olahraga tersebut juga memberikan manfaat terhadap kesehatan dan kebugaran tubuh.
“Tenis merupakan olahraga yang dapat ditekuni hingga usia lanjut. Olahraga ini juga penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh,” ujarnya.
Karena itu, Asep menyatakan komitmennya untuk terus mendorong perkembangan olahraga tenis di Tasikmalaya. Bahkan, dalam Turnamen Pendopo Cup 2026 tersebut, dirinya turut ambil bagian sebagai peserta dan berhasil meraih juara pertama.
“Maka saya terus berkomitmen untuk memajukan olahraga tenis di Tasikmalaya. Kebetulan dalam turnamen ini saya juara satu,” ungkapnya.
Selain sebagai ajang kompetisi, Pendopo Cup juga menjadi momentum untuk memperkenalkan olahraga tenis kepada masyarakat secara lebih luas. Pesertanya tidak hanya berasal dari kalangan atlet, tetapi juga melibatkan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.
Keterlibatan ASN diharapkan dapat ikut mendorong budaya olahraga di lingkungan pemerintahan sekaligus membuka ruang bagi mereka yang memiliki minat dan potensi di bidang tenis.
Asep berharap Turnamen Pendopo Cup dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda peringatan HUT Kemerdekaan, tetapi dapat berkembang menjadi bagian dari pembinaan olahraga tenis di Tasikmalaya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya Dr. H. Kurniawan, Ak., CA menilai pelaksanaan Turnamen Tenis Lapangan Pendopo Cup 2026 berjalan sukses.
Menurutnya, salah satu hal positif dalam turnamen tersebut adalah munculnya pasangan-pasangan pemula yang berani tampil dan berkompetisi.
“Keterlibatan pasangan pemula menjadi bagian penting dalam upaya memperluas minat terhadap olahraga tenis,” kata Kurniawan.
Ia mengatakan, tingginya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa olahraga tenis masih diminati dan memiliki tempat di tengah masyarakat Kota maupun Kabupaten Tasikmalaya.
“Ini menunjukkan bahwa olahraga tenis masih dicintai, diminati dan disukai di Kota/Kabupaten Tasikmalaya,” ujarnya.
Kurniawan juga menyoroti keberadaan fasilitas olahraga di Kabupaten Tasikmalaya yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan maupun kompetisi.
Salah satunya adalah Lapangan Tenis Pendopo Lama yang menjadi lokasi pelaksanaan Turnamen Pendopo Cup. Menurutnya, lapangan tersebut telah dilakukan renovasi sehingga dapat kembali dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga.
“Kenapa ada kegiatan olahraga Pendopo Cup. Ini menunjukkan bahwa di Tasikmalaya ini ada lapangan tenis bagus seperti di Pendopo Lama ini. Kita renovasi sedikit, alhamdulillah bisa diadakan turnamen, pesertanya luar biasa banyak sampai 32 pasangan,” jelasnya.
Menurut Kurniawan, keberadaan fasilitas olahraga yang memadai perlu dibarengi dengan kegiatan yang mampu mendorong masyarakat untuk memanfaatkannya secara positif.
Turnamen tenis, kata dia, menjadi salah satu cara untuk menghidupkan kembali fasilitas olahraga sekaligus membangun budaya olahraga di tengah masyarakat.
Ia berharap Pendopo Cup dapat menjadi pijakan awal bagi pengembangan olahraga tenis di Kabupaten Tasikmalaya. Tidak hanya bagi atlet, tetapi juga bagi ASN yang memiliki minat serta potensi dalam cabang olahraga tersebut.
“Kami berharap para atlet atau ASN di lingkungan Kabupaten Tasikmalaya yang berkiprah di Porpemda bisa lebih berkiprah dan berprestasi lagi dalam olahraga tenis ini,” pungkasnya.
