IDERAKYAT.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya kembali menorehkan prestasi dalam pelayanan kesehatan dengan berhasil menyelamatkan dua pasien stroke akut melalui tindakan trombolisis.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan posisi RSUD KHZ Musthafa sebagai rumah sakit pertama di Priangan Timur yang menyediakan layanan trombolisis untuk penanganan stroke infark atau stroke akibat sumbatan pembuluh darah otak.
Trombolisis merupakan terapi medis yang bertujuan melarutkan sumbatan pada pembuluh darah sehingga aliran darah ke otak dapat kembali normal. Penanganan yang cepat menjadi kunci utama untuk mencegah kecacatan permanen hingga kematian akibat stroke.
Direktur RSUD KHZ Musthafa, dr. Eli Hendalia, mengungkapkan bahwa hingga saat ini rumah sakit telah berhasil menangani tiga pasien stroke dengan metode trombolisis dan menunjukkan hasil pemulihan yang sangat baik.
“Penanganan stroke harus dilakukan secepat mungkin. Dengan trombolisis, sumbatan pembuluh darah dapat dihancurkan sehingga aliran darah kembali normal. Peluang kesembuhan pasien jauh lebih besar apabila ditangani dalam waktu kurang dari beberapa jam sejak gejala muncul,” ujarnya.
Menurut dr. Eli, layanan trombolisis di RSUD KHZ Musthafa didukung sistem penanganan terpadu melalui aktivasi Code Stroke, yaitu mekanisme respons cepat yang melibatkan berbagai tenaga kesehatan dalam satu alur pelayanan terintegrasi.
Tim tersebut terdiri dari dokter spesialis saraf, dokter bedah saraf, dokter Instalasi Gawat Darurat (IGD), perawat, petugas laboratorium, radiologi, hingga farmasi. Selain itu, rumah sakit juga telah menyiapkan obat trombolitik sebagai komponen utama dalam terapi trombolisis.
“RSUD KHZ Musthafa menjadi rumah sakit pertama di Priangan Timur yang membuka layanan trombolisis sebagai bagian dari pelayanan stroke akut kepada masyarakat,” katanya.
Dr. Eli menjelaskan, keberhasilan penanganan stroke sangat bergantung pada kecepatan respons sejak pasien tiba di IGD. Petugas medis melakukan identifikasi awal dalam waktu kurang dari 10 menit sebelum pasien menjalani pemeriksaan CT Scan untuk memastikan adanya sumbatan pada pembuluh darah otak.
Setelah diagnosis ditegakkan, pasien akan dibawa ke ruang Stroke Corner untuk mendapatkan terapi trombolisis sesuai indikasi medis.
“Semua tahapan sudah memiliki alur yang jelas. Begitu pasien datang, tim langsung bergerak cepat mulai dari IGD, CT Scan hingga pemberian terapi,” jelasnya.
Keberhasilan layanan trombolisis RSUD KHZ Musthafa dirasakan langsung oleh keluarga pasien. Nia, keluarga pasien asal Leuwisari, mengaku bersyukur karena ayahnya berhasil melewati kondisi kritis akibat stroke.
Sebelum mendapatkan penanganan, ayahnya mengalami gangguan bicara dan tidak memberikan respons saat diajak berkomunikasi. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter memastikan adanya penyumbatan pembuluh darah di otak.
“Awalnya ayah saya tidak bisa bicara dan hampir tidak merespons sama sekali. Alhamdulillah setelah mendapatkan penanganan cepat di RSUD KHZ Musthafa, sekitar satu jam kemudian ayah saya sudah mulai bisa berbicara dan mengobrol kembali,” ungkapnya.
Pengalaman serupa dialami pasien asal Ciawi berinisial S (35). Ia berhasil selamat setelah mengalami serangan stroke untuk kedua kalinya dalam kurun waktu lima tahun.
“Saya dikira tidak akan sadar lagi. Alhamdulillah setelah dibawa ke sini dan diberikan obat oleh dokter, saya kembali sadar dalam waktu sekitar satu jam,” katanya.
Dokter Spesialis Neurologi RSUD KHZ Musthafa, dr. Bili Muchamad Ramdani, menjelaskan salah satu pasien yang berhasil ditangani datang pada dini hari, 17 Juni 2026, dengan gejala kelemahan anggota gerak sebelah kanan dan penurunan kesadaran.
Pasien tersebut langsung ditangani oleh Tim Code Stroke yang memang dibentuk khusus untuk menangani kasus stroke akut secara cepat dan terintegrasi.
“Begitu pasien datang, kami bergerak cepat. Dalam waktu kurang dari setengah jam seluruh pemeriksaan dan penilaian selesai dilakukan. Setelah obat trombolisis diberikan, perbaikannya sangat signifikan,” ujarnya.
Menurut dr. Bili, perubahan kondisi pasien umumnya sudah dapat terlihat dalam waktu satu hingga dua jam setelah terapi diberikan.
“Dalam satu sampai dua jam setelah pemberian obat, perbaikan fungsi tubuh pasien sudah mulai tampak secara nyata,” katanya.
Ia menambahkan, terapi trombolisis dapat diberikan kepada pasien yang memenuhi kriteria medis tertentu, termasuk datang dalam masa emas penanganan stroke atau golden period, yakni kurang dari 4,5 jam sejak gejala pertama muncul.
“Bahkan ada pasien usia muda yang mendapatkan trombolisis dan hasilnya sangat baik. Dalam waktu sekitar satu jam sudah terlihat perbaikan yang signifikan,” jelasnya.
Dokter Spesialis Saraf RSUD KHZ Musthafa, dr. Indra Gunawan, menegaskan bahwa kedua pasien yang berhasil diselamatkan datang dengan gejala khas stroke akut berupa kelumpuhan anggota gerak secara mendadak yang disertai gangguan bicara.
Menurutnya, kesigapan keluarga membawa pasien ke rumah sakit menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan terapi.
“Semua pihak bergerak cepat. Kunci sukses penanganan stroke bukan hanya tenaga medis, tetapi juga keluarga yang segera membawa pasien ke rumah sakit saat gejala muncul,” katanya.
Dr. Indra menambahkan bahwa aktivasi Code Stroke menjadi salah satu inovasi pelayanan yang memungkinkan seluruh tim medis bergerak secara simultan selama 24 jam.
“Code Stroke menjadi kunci penyelamatan pasien. Tim dokter dan tenaga kesehatan kami siaga selama 24 jam untuk memberikan pelayanan terbaik,” tegasnya.
Keberhasilan layanan trombolisis di RSUD KHZ Musthafa merupakan bagian dari penguatan layanan penyakit katastropik yang terus didorong Kementerian Kesehatan melalui program KJSU-KIA. Dengan hadirnya layanan ini, masyarakat Tasikmalaya dan wilayah Priangan Timur kini memiliki akses penanganan stroke akut yang lebih cepat, tepat, dan sesuai standar medis sehingga risiko kecacatan maupun kematian akibat stroke dapat ditekan secara signifikan.

