IDERAKYAT.COM – Sebuah truk pengangkut pakan ternak ayam terperosok di Jembatan Sarimanggu, Desa Sarimanggu, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (9/6/2026). Insiden tersebut terjadi setelah bagian pijakan kayu jembatan ambruk saat kendaraan melintas, sehingga mengakibatkan akses utama penghubung Kecamatan Karangnunggal dan Kecamatan Bojongasih lumpuh total.
Berdasarkan informasi di lapangan, truk bermuatan pakan ternak itu terjebak di tengah jembatan yang memiliki panjang sekitar 11 meter. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut meskipun dua roda belakang kendaraan amblas akibat konstruksi kayu yang tidak mampu menahan beban kendaraan.
Salah seorang warga sekaligus saksi mata, Mantri, mengatakan jembatan tersebut memang kerap dilintasi kendaraan bermuatan berat. Namun kondisi jembatan yang sudah tua dan lapuk diduga menjadi penyebab ambruknya pijakan kayu.
“Truk bermuatan pakan ternak memang sering melintas di jembatan ini. Tadi kayu pijakannya patah sehingga dua roda belakang truk amblas. Untung badan truk masih tertahan oleh palang besi jembatan,” ujarnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki jembatan yang dinilai sudah tidak layak digunakan.
“Jangan sampai menunggu ada korban jiwa baru bergerak. Masyarakat membutuhkan akses jalan yang aman, bukan sekadar janji. Kalau bisa segera diperbaiki,” katanya.
Kapolsek Karangnunggal, AKP Jaja Hidayat, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian bersama instansi terkait tengah berkoordinasi untuk melakukan evakuasi kendaraan agar arus lalu lintas kembali normal.
“Benar, telah terjadi kecelakaan tunggal berupa truk yang terperosok di Jembatan Sarimanggu. Saat ini kami berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk proses evakuasi kendaraan sehingga akses lalu lintas bisa kembali normal,” ujar AKP Jaja.
Ia menjelaskan, Jembatan Sarimanggu merupakan infrastruktur jalan berstatus jalan kabupaten yang menjadi penghubung utama antara Kecamatan Karangnunggal dan Kecamatan Bojongasih. Akibat truk yang melintang di atas jembatan, kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas.
Kondisi tersebut memaksa warga yang hendak menuju Bojongasih maupun Karangnunggal untuk menggunakan jalur alternatif dengan jarak tempuh lebih jauh, yakni melalui jalur Bantarkalong-Karangnunggal yang mencapai sekitar 28 kilometer.
“Kami terus mengupayakan agar proses evakuasi dapat dilakukan secepat mungkin sehingga aktivitas masyarakat tidak terlalu lama terganggu,” tambahnya.
Peristiwa itu juga mendapat perhatian dari anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Daerah Pemilihan (Dapil) V, Andi Supriyadi, yang turun langsung meninjau lokasi kejadian. Menurutnya, kerusakan Jembatan Sarimanggu bukan kali pertama terjadi dan perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Jembatan Sarimanggu ini merupakan jalur nadi perekonomian masyarakat. Setiap kali mengalami kerusakan, yang paling dirugikan adalah warga. Pemerintah daerah harus serius menangani persoalan ini, jangan hanya fokus pada pembangunan yang terlihat di permukaan,” tegas Andi.
Selain jembatan, Andi juga menyoroti kondisi sejumlah ruas jalan kabupaten yang menghubungkan antar kecamatan dan masih banyak mengalami kerusakan.
“Jalan-jalan penghubung antar kecamatan juga harus menjadi perhatian. Banyak yang berlubang dan rusak. Infrastruktur ini sangat penting bagi perputaran ekonomi masyarakat kecil,” katanya.
Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk segera memperbaiki Jembatan Sarimanggu dengan memanfaatkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
“Pemerintah bisa menggunakan anggaran BTT untuk penanganan darurat. Jalur ini merupakan akses utama masyarakat. Jika lumpuh, warga harus menempuh perjalanan yang jauh,” ujarnya.
Senada dengan itu, Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya dari Fraksi PKB, Asep Muslim, meminta pemerintah daerah lebih serius dalam menangani persoalan infrastruktur yang menjadi penopang mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Pemerintah harus serius menangani infrastruktur. Jangan hanya memperbaiki jalan yang terlihat saja, tetapi juga akses yang benar-benar dibutuhkan masyarakat dan menjadi penggerak ekonomi di daerah,” kata Asep Muslim

