Jeritan Warga Pecah Saat Api Lahap Tujuh Rumah di Parumasan, Kerugian Capai Rp450 Juta

Tujuh rumah terbakar di Desa Parumasan, Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (5/8/2026),

IDERAKYAT.COM – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Desa Parumasan, Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Sedikitnya tujuh unit rumah milik warga ludes dilalap si jago merah dalam peristiwa tersebut. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp450 juta.

Berdasarkan keterangan warga di lokasi kejadian, api pertama kali terlihat muncul dari bagian atas rumah milik Yana. Melihat kobaran api mulai membesar, warga sekitar langsung berupaya memadamkan api menggunakan alat seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba.

“Saat pertama api muncul di atas rumah Yana, kami bersama warga langsung berusaha memadamkan api menggunakan alat seadanya,” ujar salah seorang warga Wawan

Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Kobaran api justru semakin membesar dan dengan cepat merembet ke rumah-rumah yang berada di sisi kanan dan belakang rumah Yana. Material bangunan yang sebagian besar berbahan kayu membuat api semakin mudah menyebar.

Suasana di lokasi berubah menjadi kepanikan. Jeritan histeris warga terdengar bersamaan dengan kobaran api yang terus membesar. Beberapa kali juga terdengar suara ledakan yang diduga berasal dari tabung gas elpiji di dalam rumah yang terbakar.

Besarnya kobaran api menyebabkan satu per satu bangunan rumah roboh hingga akhirnya rata dengan tanah dan hanya menyisakan puing serta abu. Meski warga terus berupaya menyiramkan air dari berbagai arah, kobaran api tetap sulit dikendalikan dan bahkan mengancam rumah-rumah lain di sekitarnya.

Tak lama kemudian, tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan proses pemadaman. Setelah hampir tiga jam berjibaku, petugas akhirnya berhasil mengendalikan api hingga benar-benar padam.

Berdasarkan pendataan di lokasi, sebanyak tujuh rumah beserta seluruh isinya hangus terbakar. Dari jumlah tersebut, satu rumah merupakan bangunan permanen, sedangkan enam lainnya adalah rumah panggung.

Kapolsek Sodonghilir, Iptu Caryadi, mengatakan rumah yang terbakar merupakan milik Yana, Nunung, Ihak, Mumus, Oni, Atar, dan Aap.

“Untuk pemilik rumah masing-masing yakni Yana, Bu Nunung, Ihak, Mumus, Oni, Atar, dan Aap,” kata Iptu Caryadi.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang berasal dari rumah milik Yana.

“Dugaan sementara penyebab kebakaran akibat korsleting listrik dari rumah Yana, karena api pertama kali terlihat muncul di bagian atas rumah tersebut,” jelasnya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, peristiwa ini menyebabkan kerugian material yang cukup besar. Polisi memperkirakan total kerugian akibat tujuh rumah beserta seluruh isinya yang terbakar mencapai sekitar Rp450 juta.

Petugas kepolisian bersama pemerintah desa masih melakukan pendataan terhadap para korban serta berkoordinasi untuk penanganan dan bantuan bagi warga yang terdampak musibah kebakaran tersebut.