IDERAKAYAT.COM – Persaingan memperebutkan kursi jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya semakin mengerucut. Dari 44 pelamar yang mendaftar dalam seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, hanya 26 orang yang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Pengumuman tersebut disampaikan Panitia Seleksi (Pansel) melalui Berita Acara Nomor 800.1.2.6/02-Pansel.OB/2026 tertanggal 5 Juni 2026. Para peserta yang lolos akan bersaing memperebutkan empat jabatan penting, yakni Sekretaris Daerah (Sekda), Asisten Administrasi Umum Setda, Kepala Dinas Kesehatan, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).
Sorotan utama tertuju pada perebutan kursi Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya yang selama ini dikenal sebagai jabatan birokrasi tertinggi di lingkungan pemerintah daerah. Hanya empat kandidat yang berhasil lolos tahap administrasi dan kini bersiap menjalani serangkaian tes kompetensi.
Keempat nama tersebut adalah Kepala BPKPD Kabupaten Tasikmalaya Drs. H. Roni Akhmad Sahroni, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Tasikmalaya Dr. H. Rubi Azhara, S.STP., M.Si., Camat Bojongasih Soufian, S.E., M.Si., serta Dr. H. Kurniawan, AK., CA. yang saat ini menjabat Kepala Biro Umum dan Keuangan Universitas Singaperbangsa Karawang.
Masuknya peserta dari luar lingkungan Pemkab Tasikmalaya dalam bursa Sekda menjadi warna tersendiri dalam seleksi kali ini. Kondisi tersebut menambah ketat persaingan karena seluruh kandidat memiliki pengalaman birokrasi dan rekam jejak kepemimpinan yang berbeda.
Kepala BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya, Rudi Sonjaya Saehuri, mengatakan open bidding dilakukan untuk mengisi sejumlah jabatan yang kosong akibat pejabat sebelumnya memasuki masa pensiun.
“Empat jabatan yang saat ini dibuka yakni Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Kesehatan, Asisten Administrasi Umum, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa,” ujarnya.
Selain posisi Sekda, persaingan paling ketat terjadi pada jabatan Asisten Administrasi Umum Setda yang diikuti 11 peserta. Para kandidat berasal dari berbagai perangkat daerah, mulai dari camat, sekretaris dinas hingga pejabat administrator lainnya.
Sementara itu, lima peserta lolos pada seleksi Kepala Dinas Kesehatan dan enam peserta lainnya melaju pada seleksi Kepala DPMD Kabupaten Tasikmalaya.
Rudi menjelaskan, antusiasme peserta dalam seleksi terbuka tahun ini cukup tinggi. Tercatat sebanyak 44 pelamar mendaftarkan diri selama masa pendaftaran yang berlangsung sejak 20 Mei hingga 4 Juni 2026.
Menariknya, seleksi tidak hanya diminati pejabat dari lingkungan Pemkab Tasikmalaya. Sejumlah peserta juga datang dari berbagai daerah dan instansi lain, mulai dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Garut, Kota Blitar, Kabupaten Lahat, Kabupaten Samosir hingga kementerian.
“Karena ini seleksi terbuka tingkat nasional, peserta berasal dari berbagai daerah dan instansi. Ini menunjukkan tingginya minat terhadap jabatan yang dilelang,” kata Rudi.
Setelah lolos administrasi, seluruh peserta akan menghadapi tahapan Assessment Center yang dilaksanakan di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat. Tahapan ini menjadi salah satu fase krusial karena akan mengukur kompetensi, kapasitas kepemimpinan, integritas, serta kesiapan peserta menduduki jabatan strategis.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga melibatkan tim panitia seleksi independen yang dipimpin Kepala BKD Provinsi Jawa Barat serta melibatkan unsur akademisi dan pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Barat guna menjamin proses seleksi berjalan objektif, transparan, dan berbasis sistem merit.

