Cara Unik Jemaah Haji Tasik Tandai Koper Antisipasi Tertukar

IDERAKYAT.COM – Halaman Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Tasikmalaya mendadak meriah, Selasa (28/4/2026). Bukan karena ada acara seremonial, melainkan karena ratusan koper jemaah calon haji kloter 11 mulai menumpuk untuk didata. Yang bikin salah fokus: hampir semua koper sudah “didandani” pemiliknya.

Supaya tidak keliru ambil saat bongkar bagasi di Jeddah atau Madinah, jemaah punya cara sendiri-sendiri. Ada yang melilitkan pita mencolok di gagang koper, mengikatkan kain batik sisa bahan baju, sampai memasang scrunchie alias ikat rambut jumbo warna neon. Beberapa bahkan memakai rangkaian bunga plastik dan tali rafia yang dianyam manual.

“Saya pilih ikat rambut gede sama selendang batik. Jadi dari jauh juga udah ketahuan, itu punya saya. Asal nggak aneh-aneh aja,” kata Aan, 54, jemaah asal Singaparna yang ikut antre pendataan koper.

Baca Juga :Efisiensi Diabaikan, DPRD Tasikmalaya Gelontorkan Rp7,1 Miliar untuk Perjalanan

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Tasikmalaya, Iin Ufairoh, menyebut tren ini murni ide dari jemaah. Tidak ada imbauan resmi, tapi pihaknya juga tidak melarang. “Selama tidak berlebihan dan tidak merusak koper, silakan. Justru membantu, terutama buat jemaah lansia biar nggak bingung,” ucap Iin.

Menurut Iin, koper jemaah haji dari Indonesia memang cenderung seragam. Karena itu, penanda pribadi jadi solusi paling praktis. “Bayangkan kalau 400-an koper turun bersamaan. Kalau warnanya sama semua, lansia bisa pusing sendiri nyarinya,” imbuhnya.

Data yang dihimpun, sebanyak 445 koper milik jemaah kloter 11 sudah rampung dicatat dan langsung dinaikkan ke truk. Tujuannya ke Asrama Haji Indramayu sebelum diterbangkan ke Arab Saudi bersama jemaah pada Rabu, 29 April 2026.

Kloter 11 tercatat sebagai rombongan paling besar dari Tasikmalaya tahun ini. Dari 445 jemaah, yang paling senior berusia nyaris satu abad dari Karangnunggal. Sedangkan peserta termuda adalah perempuan berusia 19 tahun.

Baca Juga : Efisiensi Diabaikan, DPRD Tasikmalaya Gelontorkan Rp7,1 Miliar untu

s keseluruhan, Kabupaten Tasikmalaya memberangkatkan 640 jemaah haji pada 2026. Jumlah ini naik signifikan setelah ada penambahan kuota. “Awalnya cuma 300-an. Setelah diperjuangkan, alhamdulillah bisa sampai 640,” jelas Iin.

Selain kloter 11, sisa jemaah terbagi di dua kloter lain. Sebanyak 179 orang masuk kloter 29, dan 15 orang sisanya bergabung di kloter 35. Seluruh jemaah sudah melewati rangkaian manasik dan tes kesehatan.

Iin menitipkan pesan khusus jelang keberangkatan. Dia meminta jemaah menjaga kondisi, kompak dengan rombongan, dan tidak memaksakan diri beribadah saat cuaca ekstrem. “April akhir di sana masih panas. Perbanyak minum air, istirahat cukup. Niatnya ibadah, jadi harus jaga fisik juga,” pesannya.

Iin berharap seluruh jemaah asal Tasikmalaya pulang dengan predikat mabrur dan mabruroh. “Fokus ibadah, jaga nama baik daerah, dan saling bantu di Tanah Suci,” tutupnya.