IDERAKYAT.COM – Ratusan warga sekitar objek wisata Citiis, Desa Padakembang, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, mendatangi Kantor Kecamatan Padakembang, Kamis (24/9/2026) sore.
Warga memprotes rencana pembatasan jam operasional wisata Citiis dari pukul 05.00 WIB hingga 17.00 WIB. Mereka menilai kebijakan tersebut dapat berdampak terhadap perekonomian masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas wisata.
Perwakilan warga, Kiking Jatnika, mengatakan sebelumnya wisata Citiis dapat beroperasi selama 24 jam. Menurutnya, kunjungan wisatawan justru banyak terjadi pada malam hari.
“Pembatasannya itu dilakukan dari jam 5 pagi sampai jam 5 sore. Sebelumnya 24 jam,” kata Kiking.
Ia menyebut sekitar 500 hingga 600 kepala keluarga bergantung pada aktivitas ekonomi di kawasan wisata Citiis.
“Di tempat wisata air panas itu yang kebanyakan malam untuk ramainya. Wisatawan yang berkunjung kebanyakan malam hari,” ujarnya.
Warga meminta rencana pembatasan tersebut dibatalkan dan jam operasional dikembalikan menjadi 24 jam.
“Kami minta 24 jam kembali,” tegasnya.
Selain jam operasional, warga juga mempertanyakan proses musyawarah karena sejumlah tokoh dan pelaku usaha Citiis disebut tidak dilibatkan.
“Kesalahannya mungkin musyawarahnya itu tidak melibatkan beberapa pihak, termasuk tokoh Citiis setempat,” katanya.
Camat Padakembang Dadan Hamdani membenarkan adanya aspirasi warga terkait rencana pembatasan jam operasional wisata Citiis.
Menurutnya, pembatasan jam operasional dari pukul 05.00 WIB hingga 17.00 WIB baru sebatas hasil pembahasan dan belum menjadi keputusan final.
“Jadi kemarin kita tentunya itu kan hasilnya bersama-sama. Yang kemarin itu berubah,” ujar Dadan.
Dadan menjelaskan meningkatnya aktivitas wisata Citiis terjadi setelah akses jalan menuju kawasan tersebut semakin baik. Namun, perkembangan itu juga memunculkan sejumlah persoalan yang perlu diselesaikan bersama.
Ia mengatakan pihak kecamatan akan kembali mengundang masyarakat, pengelola, BUMDes, serta pihak terkait untuk mencari solusi.
“Insya Allah akan secepatnya, semoga ada solusi terbaik semuanya,” katanya.
Dadan juga memastikan rencana pembatasan jam operasional wisata Citiis akan dikaji ulang.
“Kita akan lakukan kaji ulang bersama-sama lagi,” ujarnya.
Menurut Dadan, pengelola wisata sebelumnya memang tidak dilibatkan secara langsung dalam pembahasan awal. Namun, BUMDes yang menaungi pengelolaan wisata Citiis turut diundang.
Kecamatan Padakembang selanjutnya akan mempertemukan kembali pihak-pihak terkait untuk mencari titik temu mengenai jam operasional wisata Citiis.
