IDERAKYAT.COM – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya bersama Asosiasi Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (ABJATI) menggelae Job Fair dengan fokus utama penempatan ke negara Turki.
Langkah nyata pemerintah itu, dalam menekan angka pengangguran sekaligus memutus mata rantai Tindakan Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, menegaskan bahwa peluang kerja di luar negeri saat ini terbuka sangat lebar, mulai dari kawasan Asia hingga Eropa.
Namun, Asep mengingatkan warga untuk tidak tergiur iming-iming bekerja di Kamboja, Myanmar dan Thailand.
“Jika ada yang mengajak ke sana, jangan diikuti. Kita tidak punya perjanjian kerja resmi dengan negara-negara tersebut,” ujar Asep.
Hal ini bukan tanpa alasan. Belum lama ini, Pemkab Tasikmalaya baru saja memulangkan warga yang menjadi korban di Kamboja.
“Kemarin kita dapati fakta sebagian warga Tasikmalaya menjadi korban TPPO karena kurang informasi. Jangan sampai terulang kembali,” tambah Asep.
Asep menjelaskan, Negara Turki saat ini membutuhkan sekitar 500.000 tenaga kerja di berbagai sektor strategis, seperti Perhotelan & Pariwisata, Tenaga Kesehatan (Perawat), Pengemudi (Driver) dan Sektor Formal lainnya.
Menariknya, program penempatan ke Turki ini diklaim minim biaya bahkan gratis bagi peminat yang memenuhi syarat.
“Pemkab Tasikmalaya memberikan apresiasi tinggi kepada penyalur tenaga kerja resmi yang terlibat dalam bursa kerja ini karena transparansi informasinya,” ucap Asep.

