Singaparna Disisir! TNI-Polri dan Satpol PP Sasar Premanisme, Pengamen hingga Miras

Razia gabungan TNI-Polri dan Satpol PP Kabupaten Tasikmalaya menyasar premanisme, pengamen, parkir liar hingga peredaran miras di sejumlah titik Singaparna.

IDERAKYAT.COM – Sejumlah titik yang selama ini menjadi lokasi aktivitas pengamen, juru parkir liar hingga dugaan praktik premanisme di Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, disisir petugas gabungan TNI, Polri dan Satpol PP.

Razia tersebut digelar sebagai langkah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Tidak hanya menyasar aktivitas di jalanan, petugas juga memburu peredaran minuman keras (miras) yang ditemukan di sejumlah lokasi.

Petugas gabungan bergerak dengan membentuk beberapa tim. Penyisiran dilakukan di sejumlah titik strategis, mulai dari Perempatan Muktamar, Pertigaan Kudang, Terminal Singaparna hingga kawasan Alun-alun Singaparna.

Hasilnya, puluhan orang yang terindikasi sebagai pengamen jalanan, preman dan juru parkir liar berhasil diamankan untuk dilakukan pendataan serta pembinaan.

Tak berhenti di situ. Petugas juga menemukan dan mengamankan belasan botol minuman keras berbagai merek. Selain itu, puluhan botol alkohol dengan kadar 70 persen turut diamankan dalam razia tersebut.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi melalui Kasubsi Penmas Aipda Triana Anggasari mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya kepolisian bersama unsur terkait untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

“Razia ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam beraktivitas, sehingga tercipta kondisi kamtibmas yang aman,” kata Triana.

Dia menjelaskan, sasaran utama razia meliputi praktik premanisme, pengamen jalanan dan juru parkir liar yang beraktivitas di sejumlah lokasi di wilayah Singaparna.

Menurutnya, keberadaan aktivitas tersebut menjadi perhatian petugas karena berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat apabila tidak ditertibkan.

Sementara itu, barang bukti minuman keras yang ditemukan turut diamankan untuk proses penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Puluhan orang yang terjaring razia kemudian dibawa ke Pos Lantas Polres Tasikmalaya di kawasan Alun-alun Singaparna. Mereka menjalani pendataan dan pembinaan oleh petugas.

Triana memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Setelah didata dan diberikan pembinaan, mereka yang terjaring akan dikembalikan kepada keluarganya.

“Kegiatan berjalan kondusif dan lancar. Mereka yang terjaring didata dan dibina sebelum dikembalikan kepada keluarga,” pungkasnya.