Musda Selesai, DPD BM PAN Kabupaten Tasikmalaya Bangkit dan Bergerak

IDERAKYAT.COM — DPD Barisan Muda (BP) PAN Kabupaten Tasikmalaya resmi memulai babak baru. Seiring dengan tuntasnya seluruh rangkaian persidang Musda, Sabtu (17/5/2026).

Di bawah kepemimpinan Ketua terpilih, Kheldiana, organisasi ini menegaskan komitmen untuk tidak lagi berjalan di tempat. Ia siap menjadi motor gerakan perubahan. 

Momentum pergantian kepemimpinan juga jadi titik koreksi sekaligus arah baru bagi gerakan pemuda yang lebih progresif, berani, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Kheldiana dalam pernyataan pertamanya menegaskan bahwa BM PAN Kabupaten Tasikmalaya harus keluar dari zona nyaman. Ia menolak jika organisasi hanya menjadi pelengkap struktur partai tanpa peran nyata di lapangan.

Untuk itu, bagi Kheldiana, pemuda harus hadir di tengah persoalan masyarakat. Bukan sekadar muncul saat momentum politik datang.

“BM PAN harus hadir untuk mengadvokasi, menggerakkan, dan memberi solusi. Kita tidak boleh hanya hadir di acara seremonial. Pemuda harus menjadi pelopor, bukan pengikut,” tegas Kheldiana.

Kheldiana menilai perubahan tidak akan lahir dari wacana dan diskusi di ruang tertutup. Publik justru butuh kerja kolektif yang terorganisir, terukur, dan berkelanjutan.

Karena itu konsolidasi internal menjadi prioritas utama dalam hari-hari pertama kepemimpinannya. Kheldiana ingin DPD BM PAN Kabupaten Tasikmalaya menjadi contoh gerakan pemuda yang kritis, solutif, dan aktif memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“Target kami sederhana. DPD BM PAN Kabupaten Tasikmalaya harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Mulai dari isu pendidikan, lapangan kerja, lingkungan, sampai pemberdayaan ekonomi pemuda di tingkat desa,” lanjut Kheldiana.

Dukungan terhadap arah baru ini datang dari Wakil Sekretaris DPW BM PAN Jawa Barat, Eman Sulaeman. Ia mengingatkan seluruh kader agar tidak kehilangan arah ideologis dan semangat juang yang menjadi ciri khas organisasi.

“BM PAN harus menjadi ruang kaderisasi yang hidup. Di sinilah kader muda ditempa untuk berani berpikir kritis, tetapi tetap berpijak pada nilai perjuangan partai dan kepentingan masyarakat luas,” kata Eman.

Eman mengingatkan bahwa tantangan politik dan sosial ke depan akan semakin kompleks. Jika BM PAN hanya bergerak secara seremonial dan reaktif, maka organisasi akan tertinggal oleh zaman.

Sebaliknya, jika mampu membangun gerakan yang terstruktur, ideologis, dan responsif terhadap isu-isu rakyat, maka BM PAN akan menjadi kekuatan perubahan yang diperhitungkan di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Tasikmalaya.

Eman juga menekankan pentingnya sinergi antara pengurus DPW dan DPP. Agar program kerja selaras dan saling menguatkan. Sebab, kekuatan Barisan Muda ada pada soliditas kader dan keberanian untuk turun langsung ke lapangan.

Dengan berakhirnya sidang, harapan besar kini bertumpu pada kepemimpinan baru untuk membuktikan bahwa BM PAN bukan sekadar organisasi pelengkap. Organisasi ini diharapkan menjadi gerakan yang hidup, bergerak, dan memberi dampak nyata bagi warga Tasikmalaya.

Kheldiana menutup pernyataannya dengan ajakan terbuka kepada seluruh pemuda Tasikmalaya yang ingin terlibat dalam gerakan perubahan.

“Pintu BM PAN terbuka lebar. Mari bersama kita bangun Tasikmalaya yang lebih maju, lebih adil, dan lebih berpihak pada rakyat,” pungkas Kheldiana.