DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Gandeng Institut Alam Rimba Puncak Suji Sukseskan Program Tasik Hejo

IDERAKYAT.COM – Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPUTRLH) Kabupaten Tasikmalaya resmi menggandeng Institut Alam Rimba Puncak Suji dalam upaya mempercepat pelaksanaan Program Tasik Hejo, sebuah gerakan pelestarian lingkungan yang menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

Kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi di Kantor DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (8/7/2026), sebagai tindak lanjut atas surat permohonan kemitraan yang diajukan Institut Alam Rimba Puncak Suji pada 6 Juli 2026.

Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat berbagai program pelestarian lingkungan di Kabupaten Tasikmalaya, mulai dari konservasi alam, rehabilitasi daerah tangkapan air, penghijauan, pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, hingga pendidikan lingkungan berbasis masyarakat.

Kepala DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya, Deden Ramdhan Nugraha, mengatakan visi Institut Alam Rimba Puncak Suji sejalan dengan arah pembangunan berkelanjutan yang sedang dijalankan pemerintah daerah.

“Dukungan itu jelas. Dukungan moral, arahan, bahkan ke depan dukungan program hingga pendanaan pada prinsipnya memungkinkan melalui mekanisme perencanaan yang berlaku. Kami melihat banyak program Institut Alam Rimba yang dapat disinkronkan dengan program pemerintah,” ujarnya.

Menurut Deden, DPUTRLH membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Ia berharap komunikasi antara Institut Alam Rimba Puncak Suji dengan Bidang Lingkungan Hidup dapat terus diperkuat agar program yang disusun segera direalisasikan.

Dalam pertemuan tersebut, Deden juga memaparkan dua program unggulan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya di bawah kepemimpinan Bupati Cecep Nurul Yakin dan Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi, yakni Jalan Kasep dan Tasik Hejo.

Program Jalan Kasep difokuskan pada percepatan pembangunan infrastruktur jalan yang aman, nyaman, dan berkualitas melalui perbaikan 32 ruas jalan dengan dukungan anggaran Rp230,25 miliar.

Sementara Program Tasik Hejo menjadi gerakan terpadu dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui penghijauan, rehabilitasi kawasan resapan air, penguatan Agen Hijau di desa-desa, serta pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Deden menilai kehadiran Institut Alam Rimba Puncak Suji akan menjadi mitra strategis dalam menyukseskan Program Tasik Hejo, terutama menghadapi tantangan perubahan iklim dan musim kemarau yang berpotensi mengganggu keseimbangan lingkungan.

Salah satu fokus utama kolaborasi adalah pengelolaan sampah. Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya di tempat pembuangan akhir, tetapi harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat sejak di tingkat rumah tangga.

Untuk mendukung hal tersebut, DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya tengah menyiapkan kawasan percontohan pengelolaan sampah terpadu yang akan menjadi pusat edukasi sekaligus contoh penerapan pengelolaan sampah yang baik.

“Kita ingin memiliki contoh nyata bagaimana pengelolaan sampah yang baik. Edukasi tidak cukup hanya disampaikan, tetapi harus diperlihatkan melalui praktik langsung. Karena itu, kami membutuhkan mitra yang memiliki kepedulian dan kapasitas di bidang edukasi lingkungan seperti Institut Alam Rimba,” kata Deden.

Sementara itu, Koordinator Divisi Kurikulum dan Pengajaran Institut Alam Rimba Puncak Suji, Randika, menyampaikan apresiasi atas dukungan DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya. Ia menilai kolaborasi ini menjadi motivasi untuk terus mengembangkan pendidikan berbasis alam yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Dukungan ini menjadi energi besar bagi kami untuk terus mengembangkan pendidikan berbasis alam yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat Tasikmalaya,” ujarnya.

Audiensi ditutup dengan komitmen kedua belah pihak untuk segera menyusun program kerja bersama. Sinergi antara DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya dan Institut Alam Rimba Puncak Suji diharapkan mampu mempercepat keberhasilan Program Tasik Hejo sekaligus mewujudkan Kabupaten Tasikmalaya yang hijau, bersih, lestari, dan berkelanjutan.