Asep Sopari Tekankan Solusi Nyata Atasi Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Tasikmalaya

IDERAKYAT.COM – Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, mendorong langkah konkret dan terarah dalam penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui penguatan sinergi lintas sektor. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri rapat koordinasi Tim Satuan Tugas ATS.

Asep menegaskan pentingnya pemetaan data ATS secara tepat sebagai dasar pengambilan kebijakan. Menurutnya, data yang dimiliki harus dapat ditindaklanjuti dengan langkah nyata di lapangan.

“Dari data yang ada itu harus bisa menuju pelaksanaan. Kita harus melakukan sesuatu, memetakan persoalan, dan memastikan ada solusi yang konkret,” ujarnya.

BACA JUGA : Milangkala ke-151 Desa Sodonghilir Penuh Semangat Kebersamaan, Wakil Bupati Ajak Warga Optimalkan Potensi Lokal

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan daerah tidak semata diukur dari kemajuan ekonomi maupun sektor kesehatan, melainkan juga dari peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Dalam hal ini, pendidikan menjadi faktor kunci yang tidak bisa diabaikan.

“Kalaupun ekonomi maju dan kesehatan baik, pembangunan belum bisa dikatakan berhasil jika kualitas SDM tidak meningkat. Pembangunan SDM itu salah satunya melalui jalur pendidikan, baik formal maupun nonformal,” tegasnya.

Lebih lanjut, Asep mendorong adanya kolaborasi yang lebih kuat antara perangkat daerah dengan Kementerian Agama. Menurutnya, peran Kementerian Agama sangat strategis karena memiliki jaringan lembaga pendidikan yang luas, termasuk madrasah dan pendidikan keagamaan lainnya.

BACA JUGA : Menghadapi Ancaman Hidrometeorologi, Pemkab Tasik Tetapkan Siaga Bencana Hingga April 2026

“Rapat ini harus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi. Saya mendukung penuh langkah dinas untuk bersinergi dengan Kemenag, karena mereka juga memiliki struktur pendidikan yang besar,” tambahnya.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, para sekretaris dinas, forum Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan upaya penanganan anak tidak sekolah di Kabupaten Tasikmalaya dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta kesejahteraan masyarakat.