Kostum Badut Antar Satlantas Polres Tasikmalaya Raih Penghargaan

Kostum Badut Kostum badut yang digunakan di jalanan antar Satlantas Polres Tasikmalaya raih penghargaan tingkat nasional. (Foto: Istimewa)

IDERAKYAT.COM — Jika anak-anak di Kabupaten Tasikmalaya melihat sosok badut polisi dengan kostum warna-warni di sekolah atau di taman, mereka pasti langsung mengerubunginya. Sosok di balik kostum itu adalah Aiptu Dodita, Kanit Kamsel Satlantas Polres Tasikmalaya.

Cara uniknya dalam mengedukasi tertib lalu lintas sejak usia dini itu kemudian mengantarkannya meraih penghargaan tingkat nasional. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri memberi anugerah dalam puncak peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026, sebagai personel berprestasi.

Anugerah itu diberikan karena Dodita dinilai memiliki dedikasi, kreativitas tinggi, dan konsistensi dalam membangun citra positif Polantas serta aktif mengedukasi masyarakat melalui pemanfaatan media sosial.

Bukan dengan tilang atau teguran keras, Dodita memilih pendekatan persuasif dan humanis. Ia rela mengenakan kostum badut polisi, berjoget, membagikan permen, dan memberikan hadiah kecil kepada pengendara. Bagi yang tertib, ia berikan apresiasi. Bagi yang melanggar, ia berikan hadiah sebagai pengingat agar tidak mengulangi.

“Saya hanya mengedukasi dan terus mengedukasi untuk tertib lalu lintas sejak usia dini dengan cara menjadi badut polisi. Serta memberikan apresiasi, baik kepada pengendara yang tertib lalu lintas maupun para pelanggar yang diberikan hadiah agar jadi pengingat untuk tidak melanggar lagi. Hanya mengedepankan itu,” ungkap Dodita.

Kisah Dodita menjadi pelengkap manis bagi prestasi Satlantas Polres Tasikmalaya secara keseluruhan. Pada HUT yang sama, di tingkat Polda Jawa Barat, Kasat Lantas Polres Tasikmalaya AKP Trias Karso Yuliantoro juga menorehkan prestasi sebagai Juara Harapan I Lomba Kinerja Para Kasat Lantas Jajaran Polda Jabar. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Kapolda Jabar.

AKP Trias yang dikenal dekat dengan anggota itu pun tak ingin berbesar hati. Ia menyebut dua penghargaan dari Polda dan Mabes Polri ini adalah buah dari kerja kolektif seluruh personel, bukan kerja satu orang.

“Alhamdulillah, tentunya penghargaan ini merupakan suatu kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami seluruh personel Satlantas Polres Tasikmalaya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas,” ujar Trias.

Trias juga menegaskan bahwa prestasi tersebut bukan keberhasilan pribadi, tetapi hasil kerja keras, kekompakan, dedikasi, dan komitmen seluruh personel Satlantas Polres Tasikmalaya. Termasuk dukungan dari pimpinan, stakeholder terkait, dan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

Bagi Trias, penghargaan ini menjadi momentum untuk memperkuat transformasi Polantas yang lebih humanis. Ke depan, pihaknya akan terus mengedepankan edukasi keselamatan, penegakan hukum yang berorientasi pada keselamatan, serta inovasi pelayanan yang responsif.

“Momentum HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara ini menjadi pengingat bagi kami bahwa Polantas harus terus hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan terbaik dan mengutamakan keselamatan sebagai kebutuhan bersama. Polantas Hadir, Polantas Peduli, Keselamatan untuk Kemanusiaan,” pungkas Trias.