Wujudkan Rumah Layak Huni, Pemkab Tasikmalaya Percepat Realisasi Program Bedah Rumah

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus mempercepat pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026.

IDERAKYAT.COM – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus mempercepat pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 sebagai upaya mewujudkan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program yang dikenal luas sebagai Bedah Rumah ini menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian sekaligus kesejahteraan masyarakat.

Hingga pertengahan tahun 2026, realisasi program BSPS menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Akselerasi tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam mempercepat penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) di berbagai wilayah.

Salah satu penerima manfaat, Ibu Hodijah, warga Desa Mandalawangi, Kecamatan Salopa, mengaku bersyukur setelah menerima bantuan BSPS secara simbolis. Raut bahagia terlihat jelas di wajahnya karena rumah yang selama ini ditempati akan segera direnovasi menjadi lebih aman dan nyaman untuk dihuni.

Penyerahan bantuan tersebut menjadi simbol dimulainya pembangunan rumah layak huni bagi ratusan keluarga penerima manfaat lainnya yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya.

Keberhasilan percepatan pelaksanaan program strategis nasional ini tidak terlepas dari komitmen Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, yang terus mendorong koordinasi lintas sektor agar proses administrasi dan penyaluran bantuan berjalan lebih cepat. Berbagai tahapan birokrasi dipangkas sehingga bantuan dapat segera diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Lingkungan Hidup (PUTRLH) Kabupaten Tasikmalaya, Deden Ramdhan Nugraha, didampingi Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Dadan Rudiana, menjelaskan bahwa berdasarkan pemutakhiran data hingga Juli 2026, target BSPS di Kabupaten Tasikmalaya mencapai 1.740 unit rumah.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 193 unit telah berstatus Real SK, artinya Surat Keputusan penerima bantuan sudah diterbitkan dan proses pembangunan telah atau sedang berjalan di lapangan.

Selain itu, terdapat 107 unit yang telah selesai melalui proses verifikasi lapangan dan dinyatakan Final & OK. Saat ini seluruh berkas tengah menunggu penerbitan Surat Keputusan agar bantuan dapat segera direalisasikan.

Sementara itu, 1.440 unit rumah lainnya masih berada dalam tahapan sisa kuota yang terus dikawal pemerintah secara bertahap hingga seluruh target tahun 2026 dapat diselesaikan sesuai rencana.

Menurut Deden, program BSPS bukan hanya berfokus pada pembangunan fisik rumah, tetapi juga merupakan upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang sehat, aman, dan layak.

“Program ini bukan sekadar membangun dinding dan atap, melainkan membangun martabat dan kesejahteraan keluarga berpenghasilan rendah melalui semangat gotong royong masyarakat,” tegas Deden.

Ia menambahkan, keberhasilan program BSPS sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta partisipasi aktif masyarakat. Semangat gotong royong menjadi salah satu kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan rumah layak huni di Kabupaten Tasikmalaya.

Melalui percepatan Program BSPS 2026, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berharap semakin banyak rumah tidak layak huni yang dapat direhabilitasi sehingga masyarakat memiliki tempat tinggal yang lebih sehat, aman, dan nyaman. Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.