Pemkab Tasikmalaya Kawal Rehabilitasi DI Cikunten Demi Irigasi Andal dan Petani Sejahtera

Tasikmalaya

IDERAKYAT.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Cikunten yang saat ini dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy. Proyek tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem irigasi, meningkatkan ketahanan pangan, serta menjamin ketersediaan air bagi sektor pertanian secara berkelanjutan.

Rehabilitasi DI Cikunten merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur sumber daya air yang selama ini mengalami berbagai permasalahan. Kerusakan saluran, kebocoran, rembesan, hingga tingginya sedimentasi menyebabkan distribusi air irigasi kurang optimal, terutama bagi lahan pertanian di wilayah hilir.

Melalui proyek tersebut, pemerintah berharap kualitas jaringan irigasi dapat meningkat sehingga pasokan air menjadi lebih merata dan mampu menunjang produktivitas pertanian di Kabupaten Tasikmalaya.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menilai perbaikan jaringan irigasi tersebut sudah menjadi kebutuhan mendesak. Selain mengurangi potensi kehilangan air akibat kerusakan saluran, rehabilitasi juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya air sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional.

Selama proses pembangunan berlangsung, dilakukan penyesuaian aliran air yang bersifat sementara. Namun demikian, pemerintah memastikan kebutuhan air bagi para petani tetap diperhatikan melalui sistem pembagian air secara bergilir yang telah disepakati bersama antara BBWS Citanduy, Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), serta tokoh masyarakat setempat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Lingkungan Hidup (PUTRLH) Kabupaten Tasikmalaya, Deden Ramdhan Nugraha, S.T., M.M., mengatakan pemerintah daerah berkomitmen mengawal pelaksanaan proyek strategis tersebut sesuai arahan Bupati Tasikmalaya.

“Atas arahan Bapak Bupati, kami mendukung penuh setiap program strategis pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Rehabilitasi DI Cikunten merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan keandalan jaringan irigasi, memperkuat ketahanan pangan, serta menciptakan pemerataan distribusi air bagi seluruh petani,” ujar Deden, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta berbagai pemangku kepentingan terus dilakukan agar pelaksanaan proyek berjalan lancar. Selain itu, komunikasi kepada masyarakat juga terus diperkuat guna meminimalkan dampak sosial yang mungkin muncul selama proses konstruksi berlangsung.

Ia menegaskan, pengaturan distribusi air dilakukan secara terukur sehingga kebutuhan lahan pertanian tetap dapat terpenuhi meskipun terdapat pekerjaan rehabilitasi pada sejumlah titik saluran irigasi.

Deden juga mengajak masyarakat untuk memandang proyek rehabilitasi tersebut sebagai investasi pembangunan yang manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang. Menurutnya, sedikit ketidaknyamanan selama masa pengerjaan akan terbayar dengan meningkatnya kualitas layanan irigasi dan produktivitas pertanian di masa mendatang.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif serta mendukung proses rehabilitasi hingga selesai. Manfaat yang akan diperoleh jauh lebih besar dibandingkan dampak sementara yang dirasakan selama proses pembangunan berlangsung,” katanya.

Di akhir keterangannya, Pemkab Tasikmalaya mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi terkait pelaksanaan proyek rehabilitasi DI Cikunten. Warga diminta mengutamakan informasi dari sumber resmi pemerintah dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Melalui sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, BBWS Citanduy, serta dukungan masyarakat, rehabilitasi DI Cikunten diharapkan mampu menjadi fondasi penting dalam mewujudkan sistem irigasi yang lebih andal, meningkatkan hasil pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong pembangunan Kabupaten Tasikmalaya yang lebih maju dan berkelanjutan.