Wabup Tasikmalaya Perkuat Ketahanan Pangan, Siapkan Lahan Pembenihan Padi

IDERAKYAT.COM – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Salah satu upaya yang tengah dipersiapkan adalah penyediaan lahan khusus untuk pembenihan padi di sejumlah desa.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, mengatakan pemerintah daerah tidak hanya fokus pada peningkatan produksi padi, tetapi juga berupaya memastikan ketersediaan benih unggul bagi para petani.

Untuk itu, Pemkab Tasikmalaya sedang melakukan inventarisasi berbagai aset lahan pertanian milik daerah yang berpotensi dimanfaatkan sebagai lokasi produksi maupun pembenihan padi.

BACA JUGA : Pengamanan Lebaran Dimulai, Polres Tasikmalaya Siagakan 650 Personel

Menurut Asep, aset lahan yang sedang didata antara lain berupa sawah serta kolam milik pemerintah daerah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Kami sedang menginventarisasi aset-aset lahan pertanian, baik sawah maupun kolam,” kata dia.

Tujuannya agar bisa dimanfaatkan secara optimal, tidak hanya untuk produksi tetapi juga untuk pembenihan padi, sehingga ketahanan pangan di Kabupaten Tasikmalaya bisa terjaga secara berkelanjutan.

BACA JUGA : Dugaan Monopoli Proyek Disorot, Spanduk Kritik Terpasang di Depan Gedung Bupati

Ia menjelaskan, hingga saat ini Kabupaten Tasikmalaya belum memiliki lahan pembenihan padi yang memadai untuk memenuhi kebutuhan benih petani secara mandiri.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong agar ke depan setiap desa memiliki lahan pembenihan sendiri.

“Ke depan kami berharap setiap desa memiliki lahan pembenihan yang dapat menyediakan benih padi bagi petani di desa tersebut,” katanya.

Asep menilai, ketersediaan benih merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas produksi pertanian. Terlebih Kabupaten Tasikmalaya dikenal sebagai daerah dengan potensi besar dalam mewujudkan swasembada pangan.

Melalui program ini, Pemkab Tasikmalaya juga menargetkan desa-desa dapat mencapai swasembada benih padi. Dengan demikian, para petani tidak lagi bergantung pada benih yang didatangkan dari luar wilayah.

“Jika desa sudah mampu memproduksi benih sendiri, petani tidak perlu lagi mencari benih unggul dari luar daerah. Dampaknya tentu akan sangat positif terhadap peningkatan produksi padi,” jelasnya.