IDERAKYAT.COM — Ketua DPD Gerindra Jawa Barat, H Amir Mahpud menginstruksikan kepada seluruh Ketua DPC, Ketua Fraksi dan anggota serta struktur partai Gerindra se-Jawa Barat untuk menggelar Doa Bersama dan melakukan aksi penanaman 1000 pohon di setiap daerah pada peringatan Tahun Baru 2026.
Dalam surat bernomor No12-033/A/DPD-Geridra-Jabar/2025, Amir Mahpud meminta dengan sangat untuk melaksanakan instruksi tersebut sebagian bagian dari kepedulian dan kepekaan terhadap situasi dan kondisi kebangsaan saat ini.
“Saya berharap instruksi ini benar-benar dijalankan oleh seluruh Ketua DPC dan Ketua Fraksi Gerindra se -Jabar sebagai wujud kepekaan kita terhadap kondisi bangsa Indonesia saat ini. Pertama, menggelar Doa Bersama. Kedua, menanam 1000 pohon pada besok harinya,” kata Amir Mahpud.
Melalui kegiatan doa bersama dan tanam pohon, kata Amir Mahpud, perayaan tahun baru 2026 kali ini tak lagi beraroma pesta pora, hura-hura dan berbagai bentuk eforia lainnya yang hanya akan mengusik bahkan mengoyak hati saudara-saudara kita yang sedang menderita akibat bencana alam di wilayahnya.
Amir mengingatkan, kepedulian dan kepekaan itu harus terus dibangun dan dirawat dengan baik agar kesadaran teologis juga berjalan beriringan dengan kesadaran ekologis. Apa artinya beragama dan berTuhan jika dirinya tak memiliki spirit untuk menjaga alam dan lingkungannya.
“Dalam al Quran, Allah SWT sangat tegas, bahwa kerusakan di muka bumi itu karena ulah jahil manusia yang tak memiliki kesadaran terhadap lingkungan. Karena itu, saya mengajak untuk bersama-sama mendekatkan diri kepada sang Maha Pencipta lewat Doa Bersama, seraya kita juga ikut memelihara ciptaannya,” ucap Amir Mahpud.
Amir berharap, dalam kontek perayaan tahun baru 2026 nanti, harus menjadi bukti adanya kesadaran teologis dan ekologis itu. Sehingga, pada saat pergantian tahun tersebut, kita bisa ikut merasakan suasana batin saudara-saudara kita di lokasi bencana. Dan mereka pun ikut merasakan dukungan tulus dari kita.
“Kita kan tak pernah tahu, hari ini saudara kita di Sumatra yang kena musibah, besok lusa bisa jadi kita. Apalagi, dalam kontek potensi ancaman gempa megathrust yang sering diingatkan BMKG. Karena itu, mari kita bangun kepedulian dan kepekaan itu agar kekompakan, kebersamaan dan persatuan sebagai bangsa tetap terjaga,” ujar Amir Mahpud.
“Untuk kemasan acara, bagus juga jika mengundang para duafa dan anak-anak yatim untuk ikut mendoakan. Mungkin doa mereka lebih maqbul dari doa kita. Pokoknya,sialakan diatur, dan mohon pastikan tak ada kader Gerindra pada malam tahun baru itu yang merayakannya dengan pesta dan hura-hura,” pungkas Amir Mahpud.

