Jembatan Cirahong 2 Ditaksir Butuh Rp480 Miliar, Pemkab Tasikmalaya Mulai Siapkan Lahan

IDERAKYAT.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan Jembatan Cirahong 2 dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp6 miliar untuk pembebasan lahan.

Proyek strategis yang akan menghubungkan Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis melintasi Sungai Citanduy itu diharapkan mampu meningkatkan konektivitas sekaligus memperlancar arus transportasi antarwilayah.

Meski demikian, realisasi penggunaan anggaran pembebasan lahan tersebut masih menunggu kepastian dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait jadwal pembangunan proyek.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Lingkungan Hidup (PUTRLH) Kabupaten Tasikmalaya, Deden Ramdhan Nugraha, mengatakan bahwa rencana pembangunan Jembatan Cirahong 2 bukanlah program baru. Perencanaan proyek tersebut telah disusun sejak 2024, jauh sebelum dirinya menjabat sebagai kepala dinas.

“Jembatan Cirahong 2 ini sudah direncanakan sejak lama, sekitar tahun 2024. Saya sendiri baru sekitar empat bulan bertugas di sini,” ujarnya.

Menurut Deden, pembangunan jembatan baru membutuhkan anggaran yang sangat besar karena lokasinya berada di kawasan yang berdekatan dengan jalur milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). Pada tahap awal perencanaan, kebutuhan anggaran sempat diperkirakan mencapai Rp281 miliar.

Namun, setelah dilakukan pembagian tanggung jawab (sharing) antara Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan Pemerintah Kabupaten Ciamis, penyusunan Detail Engineering Design (DED) kini ditangani oleh Pemkab Ciamis. Berdasarkan perkembangan terbaru, kebutuhan anggaran pembangunan di sisi Kabupaten Ciamis diproyeksikan mencapai sekitar Rp480 miliar.

Besarnya nilai investasi tersebut membuat pembangunan Jembatan Cirahong 2 tidak mungkin hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten. Karena itu, dukungan pendanaan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi menjadi faktor utama agar proyek strategis ini dapat direalisasikan.

“Kami tentu tidak mungkin membiayai seluruh pembangunan menggunakan APBD. Masih banyak program prioritas lain yang juga harus dibiayai,” katanya.

Deden menjelaskan, meskipun dana Rp6 miliar untuk pembebasan lahan telah dialokasikan, pemerintah daerah belum akan mengeksekusi anggaran tersebut sebelum ada kepastian jadwal pembangunan.

“Kami tidak ingin terburu-buru menggunakan anggaran pembebasan lahan. Kami masih menunggu kepastian realisasi pembangunan dari pemerintah pusat dan provinsi. Jangan sampai lahan sudah dibebaskan, tetapi pembangunan belum jelas waktunya sehingga anggaran menjadi tidak efektif,” jelasnya.

Selain menghadirkan akses transportasi yang lebih modern, pembangunan Jembatan Cirahong 2 juga dirancang tanpa menghilangkan nilai sejarah Jembatan Cirahong lama yang merupakan peninggalan era kolonial Belanda.

Sesuai rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat, jembatan lama akan tetap dipertahankan dan ditata menjadi kawasan wisata berbasis sejarah dan budaya. Ke depan, Jembatan Cirahong lama diproyeksikan menjadi salah satu destinasi wisata ikonik di Jawa Barat yang mampu menarik wisatawan sekaligus melestarikan warisan sejarah daerah.