IDERAKYAT.COM – Komitmen serius Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk mengatasi masalah infrastruktur pendidikan yang rusak kian terlihat.
Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, secara langsung meminta dukungan dan doa masyarakat, sekaligus bergerak cepat dengan menemui Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) untuk mengamankan anggaran revitalisasi sekolah pada tahun 2026. Permintaan tersebut disampaikan Bupati Cecep kepada publik pada Kamis 13 November 2025.
“Mohon doanya. Untuk sekolah-sekolah yang masih rusak, kami akan ajukan kembali untuk revitalisasi pada tahun anggaran 2026,” ujar Cecep, menunjukkan fokus pemerintah daerah untuk segera menuntaskan masalah ini.
Baca juga : Wabup Tasikmalaya Buka Darul Arqam Madya IMM, Tekankan Peran Mahasiswa sebagai Agen Inovasi Nasional
Pada hari yang sama, Bupati Cecep memanfaatkan momen penting di tingkat nasional. Ia berkesempatan bertemu dan berbincang akrab dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.
Pertemuan strategis ini terjadi di sela-sela acara Rapat Koordinasi Kepala Daerah tentang Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran yang digelar di ICE BSD Hall 3, Banten. Momen ini menjadi krusial sebagai lobi langsung pemerintah daerah kepada kementerian terkait.
Sebelumnya, Bupati Cecep telah menekankan bahwa program revitalisasi dari Kemendikdasmen mencakup target awal sebanyak 54 Sekolah Dasar di Kabupaten Tasikmalaya. Jumlah ini mengindikasikan bahwa puluhan sekolah di berbagai pelosok Tasikmalaya sangat membutuhkan perbaikan agar dapat memberikan fasilitas belajar yang layak.
Baca juga : Lokasi Tambang Emas Ilegal di Salopa Ditutup
Program revitalisasi sekolah ini memang menjadi salah satu fokus utama Pemkab Tasikmalaya. Tujuannya tidak lain adalah meningkatkan mutu pendidikan, sarana prasarana, serta kenyamanan belajar bagi ribuan siswa di seluruh wilayah kabupaten.
Langkah cepat Bupati Cecep menemui Menteri dan secara terbuka meminta dukungan publik diharapkan dapat memperlancar proses pengajuan anggaran, sehingga nasib 54 SD yang rusak dapat segera diputuskan dan pembangunan bisa dimulai pada tahun 2026.*

