IDERAKYAT.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya membagikan strategi menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi dalam kegiatan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026, Rabu (14/10/2026).
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, hadir sebagai narasumber kehormatan untuk memaparkan langkah pengendalian inflasi yang selama ini diterapkan di daerahnya. Ia menyebut, pemantauan harga secara rutin, intervensi cepat, serta kerja sama lintas daerah menjadi kunci menjaga kestabilan harga pangan.
Menurut Asep, pemerintah daerah tidak boleh menunggu hingga harga komoditas melonjak sebelum mengambil tindakan.
“Kalau harga sudah bergejolak, pasti ramai. Makanya sebelum kejadian, mending saya pelototin dulu. Mampir ke ruangan TPID untuk memantau harga apa yang sedang naik,” ujarnya.
Pemkab Tasikmalaya memanfaatkan data harga dari sejumlah pasar untuk mendeteksi kenaikan harga sejak dini. Dengan sistem pemantauan tersebut, intervensi dapat dilakukan pada hari yang sama ketika terjadi lonjakan harga.
“Misalkan kenaikan harga terjadi jam 9 atau 10 pagi, sore hari kita sudah bisa intervensi. Kolaborasi antardaerah itu penting, selain pelaporan secara akurat dari pasar-pasar,” katanya.
Selain pemantauan harga, Pemkab Tasikmalaya bekerja sama dengan Perum Bulog dan pemerintah daerah lain untuk menjaga ketersediaan pasokan, terutama ketika terjadi kekurangan komoditas tertentu.
Upaya tersebut diperkuat melalui operasi pasar, Gelar Pangan Murah (GPM), dan operasi pasar murah bersubsidi agar masyarakat tetap bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Di sektor pertanian, Pemkab Tasikmalaya juga menyiapkan lahan budidaya untuk menghasilkan benih padi guna mendukung ketersediaan benih dan menjaga keberlanjutan produksi pangan.
“Termasuk ketersediaan pasokan, kita menyiapkan lahan budidaya padi untuk benihnya, jadi tidak ada cerita kelangkaan benih,” ungkap Asep.
Melalui kegiatan berbagi pengalaman tersebut, Asep berharap strategi pengendalian inflasi yang diterapkan Kabupaten Tasikmalaya dapat menjadi referensi bagi daerah lain. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang lancar, koordinasi antarlembaga, serta respons cepat terhadap perubahan harga dan pasokan.
“Yang penting komunikasi lancar dan niatnya baik. Mudah-mudahan sesi berbagi pengalaman ini menjadi motivasi untuk daerah lain,” pungkasnya.