Bangunan Sekolah Lapuk, Plafon Kelas SMPN 2 Taraju Ambruk Saat Siswa Belajar

Plafon ruang kelas VIII C SMPN 2 Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, ambruk pada Selasa (8/9/2026)

IDERAKYAT.COM – Plafon ruang kelas VIII C SMPN 2 Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, ambruk pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 08.15 WIB.

Insiden tersebut terjadi saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung. Beruntung, tidak ada korban dalam kejadian itu karena para siswa segera menyelamatkan diri setelah mengetahui kondisi plafon mulai membahayakan.

Kepala SMPN 2 Taraju, Eli Malihah, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kondisi plafon memang telah mengalami pelapukan dan sudah cukup lama membutuhkan perbaikan.

“Betul, ambruk. Itu kelas VIII C. Dari kemarin juga memang sudah lapuk,” kata Eli saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Eli mengungkapkan, persoalan kondisi bangunan tidak hanya terjadi pada satu ruang kelas. Dari total 11 ruang kelas yang ada, sebagian besar plafon disebut mengalami kondisi serupa akibat usia bangunan yang sudah cukup tua.

Selain kondisi plafon yang lapuk, kondisi fisik bangunan sekolah juga dinilai sudah memerlukan revitalisasi. Pihak sekolah bahkan telah mengajukan permohonan revitalisasi kepada pemerintah sejak 2024, tetapi hingga kini belum ada kepastian realisasi perbaikan.

“Bangunan juga terlihat kumuh, sudah lama tidak dapat revitalisasi,” ujarnya.

Kondisi tersebut berdampak terhadap aktivitas belajar siswa. Demi menjaga keselamatan dan memastikan kegiatan pembelajaran tetap berjalan, sekolah terpaksa kembali menggunakan tiga ruangan yang sebelumnya dikosongkan.

Saat ini SMPN 2 Taraju memiliki sekitar 247 siswa. Keterbatasan ruang kelas ditambah kondisi bangunan yang membutuhkan perbaikan membuat pihak sekolah harus melakukan penyesuaian dalam pelaksanaan KBM.

“Jumlah siswa ada 247 orang. Bangunannya memang sudah lapuk, lama tidak diperbaiki. KBM juga terganggu. Akhirnya kita pakai tiga ruangan kelas yang sempat dikosongkan karena keterbatasan ruangan,” tutur Eli.

Pihak sekolah berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera memberikan perhatian terhadap kondisi SMPN 2 Taraju. Revitalisasi dinilai penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi siswa serta tenaga pendidik.

Eli juga berharap pengajuan revitalisasi yang telah disampaikan sejak 2024 dapat segera ditindaklanjuti sehingga kondisi bangunan sekolah tidak semakin membahayakan warga sekolah.