Viral Dikira Begal, Pengemudi Pick Up yang Mengamuk di Bojonggambir Ternyata Diduga Mabuk Obat Batuk

Tangkapan layar video viral diduga begal dikeroyok masa di Kecamatan Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya.

IDERAKYAT.COM – Video seorang pengemudi mobil pikap yang menjadi sasaran amuk warga di Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, viral di media sosial. Banyak warganet menduga pria tersebut merupakan pelaku begal. Namun, kepolisian memastikan informasi tersebut tidak benar.

Peristiwa bermula ketika sebuah mobil pikap mengalami kecelakaan tunggal dan terperosok ke area perkebunan teh di wilayah Bojonggambir. Bukannya mendapat pertolongan, pengemudinya justru memicu kepanikan warga karena menunjukkan perilaku yang tidak biasa.

Dalam rekaman video yang beredar, warga mengaku sempat berusaha menolong pengemudi. Namun, pria tersebut justru melempari warga menggunakan batu sehingga memancing kemarahan massa.

“Tah ieu mobilna, rek ditulungan kalah maledog. Tah ieu batuna,” ujar seorang warga dalam video yang beredar.

Video lain memperlihatkan seorang pengendara minibus yang mengaku sempat dihentikan oleh pengemudi pikap sesaat setelah kecelakaan. Menurutnya, pria tersebut meminta meminjam mobil dan bahkan ingin mengemudikannya.

“Nyegat didinya tadi, cenah mobilna cilaka. Untung seueur jalmi di dieu,” tutur pengendara minibus kepada warga.

Salah seorang saksi mata, Ujang, mengatakan tingkah laku pengemudi membuat warga takut karena dinilai di luar kewajaran.

“Awalnya warga ingin membantu karena melihat mobil mengalami kecelakaan. Tetapi orangnya malah mengamuk dan melempari warga dengan batu. Kondisinya seperti orang mabuk atau kesurupan sehingga membuat warga panik,” ujarnya.

Kapolsek Bojonggambir, Iptu Agus Sukmana, membenarkan kejadian yang viral tersebut. Ia menegaskan tidak ada aksi pembegalan sebagaimana isu yang sempat berkembang di masyarakat.

“Bukan begal. Tidak ada peristiwa pembegalan. Anggota kami langsung turun ke lokasi dan memastikan kejadian tersebut hanya kesalahpahaman,” kata Agus, Senin (27/7/2026).

Hasil penyelidikan menunjukkan pengemudi bernama Cucu Yusup, seorang wiraswasta asal Kampung Sindangkasih, Desa Singasari, Kecamatan Taraju.

Menurut Agus, sebelum kecelakaan terjadi, Cucu mengemudikan mobil pikap dari arah Bojonggambir menuju Culamega dengan kecepatan tinggi. Polisi menduga pengemudi kehilangan kendali karena mengonsumsi obat batuk dalam jumlah berlebihan.

“Diduga karena meminum obat batuk dalam jumlah banyak, mobil yang dikendarai saudara Cucu terperosok ke kebun teh milik warga sekitar lima meter dari bahu jalan,” jelasnya.

Setelah kendaraan masuk ke kebun teh, Cucu sempat meminta pertolongan kepada warga sekitar. Namun, ketika warga berdatangan untuk membantu, perilakunya berubah tidak terkendali hingga memicu keributan.

Mendapat laporan tersebut, tiga anggota piket Polsek Bojonggambir, yakni Aipda Ahmad, Aipda Angga Somantri, dan Bripka Rega Ramdani, segera mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi dan meredam emosi warga.

Setelah aparat kepolisian bersama pemerintah desa memberikan penjelasan, situasi berhasil dikendalikan dan kesalahpahaman dapat diselesaikan.

“Setelah pihak desa dan petugas kepolisian datang, kesalahpahaman bisa diselesaikan. Tidak ada unsur pembegalan seperti yang sempat dikhawatirkan warga,” ujar Agus.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, polisi memastikan insiden tersebut murni merupakan kecelakaan tunggal yang dipicu kondisi pengemudi, bukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau begal.

Polisi pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial tanpa melakukan verifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi. Pastikan terlebih dahulu kebenaran informasi sebelum menyebarkannya agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” pungkas Agus.