IDERAKYAT.COM – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Perusahaan yang tergabung dalam Holding Ultra Mikro tersebut berhasil meraih penghargaan Top Company in Ultra Micro Finance for Women Empowerment, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam memperluas akses pembiayaan sekaligus memberdayakan jutaan perempuan prasejahtera di Indonesia.
Penghargaan yang diterima pada 29 Juni 2026 itu diberikan kepada perusahaan yang dinilai mampu menghadirkan dampak nyata dalam meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan melalui layanan pembiayaan ultra mikro yang berkelanjutan.
Apresiasi tersebut tidak hanya mempertimbangkan besarnya nilai pembiayaan yang disalurkan, tetapi juga keberhasilan PNM dalam membangun ekosistem pemberdayaan yang mampu meningkatkan kapasitas usaha para nasabah. Melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), PNM secara konsisten menjangkau masyarakat prasejahtera, khususnya perempuan yang selama ini belum memiliki akses terhadap layanan keuangan formal.
Hingga saat ini, PNM telah melayani lebih dari 23 juta nasabah aktif, yang seluruhnya merupakan perempuan prasejahtera. Capaian tersebut menjadikan PNM sebagai lembaga pembiayaan ultra mikro berbasis kelompok terbesar di dunia.
Wakil Direktur Utama PNM, Sunar Basuki, mengatakan keunggulan PNM dibandingkan lembaga pembiayaan lainnya terletak pada pendekatan yang tidak hanya berfokus pada penyaluran modal usaha.
“Di balik pembiayaan yang diberikan, terdapat proses pendampingan dan pemberdayaan rutin melalui Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM). Forum ini menjadi ruang bagi para nasabah untuk meningkatkan literasi keuangan, berbagi pengalaman usaha, hingga memperkuat jejaring sosial antarsesama anggota,” ujar Sunar.
Menurutnya, pola pendampingan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha para nasabah sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam mengembangkan bisnis.
Selain memperoleh akses pembiayaan tanpa agunan, para nasabah Mekaar juga mendapatkan berbagai program pengembangan kapasitas. Di antaranya pelatihan pengelolaan usaha, peningkatan literasi keuangan, pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi PNM Digi, hingga fasilitasi legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal.
Berbagai layanan tersebut dirancang untuk membantu pelaku usaha ultra mikro agar mampu meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, sekaligus memperkuat daya saing usahanya di tengah persaingan ekonomi yang semakin dinamis.
Penghargaan ini juga menjadi pengakuan atas besarnya peran perempuan dalam menopang perekonomian keluarga. Mayoritas nasabah Mekaar merupakan ibu rumah tangga yang memulai usaha dari skala sangat kecil, seperti berdagang, membuka usaha kuliner, kerajinan tangan, hingga berbagai jasa rumahan.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, banyak di antara mereka mampu meningkatkan pendapatan keluarga, membuka lapangan pekerjaan, hingga menjadi penggerak ekonomi di lingkungan tempat tinggalnya.
Di tengah tantangan ekonomi yang masih dihadapi pelaku usaha ultra mikro, model pemberdayaan yang menggabungkan akses pembiayaan, pendampingan intensif, serta peningkatan kapasitas dinilai menjadi strategi yang efektif dalam membangun usaha yang berkelanjutan.
Karena itu, penghargaan Top Company in Ultra Micro Finance for Women Empowerment tidak hanya menjadi pengakuan atas kinerja bisnis PNM, tetapi juga mencerminkan keberhasilannya dalam membangun kemandirian jutaan perempuan Indonesia. Melalui komitmen tersebut, PNM terus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan dari tingkat akar rumput sekaligus mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

