IDERAKYAT.COM – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya segera meluncurkan program pinjaman tanpa bunga bagi sekitar 7.000 pelaku usaha baru, dengan sasaran utama masyarakat desa yang baru memulai usaha.
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, mengatakan program ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa sekaligus memperluas pemerataan usaha.
Menurutnya, pemerintah akan mempermudah proses administrasi dan akses pinjaman melalui perbankan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan modal usaha.
“Sasaran utamanya pengusaha baru. Jangka waktu pinjaman bisa sampai dua tahun atau lebih agar tidak memberatkan penerima,” ujarnya.
Ia menjelaskan, anggaran subsidi bunga berasal dari dana titipan BUMD sehingga secara regulasi cukup fleksibel dan bisa digunakan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun.
Program ini ditargetkan menjangkau seluruh desa di Kabupaten Tasikmalaya agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di wilayah tertentu.
“Harus tersebar ke setiap desa supaya pertumbuhan ekonomi merata,” tegas Asep.
Ia menambahkan, peluang usaha saat ini semakin terbuka, terutama dengan dukungan pemasaran digital dan layanan jasa kurir. Dengan modal sekitar Rp5 juta per orang, masyarakat dinilai sudah bisa mengembangkan produk yang unik, sehat, higienis, dan memiliki daya saing.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya, Endang Syahrudin, mengatakan pihaknya kini menyiapkan calon penerima melalui pembinaan dan pendampingan hingga proses pengajuan ke perbankan.
“Kami melakukan pembinaan sampai mengantarkan pelaku usaha mendapatkan pinjaman ke perbankan,” katanya.

