Pengamanan Jalur Wisata Ditingkatkan Jelang Nataru, Antisipasi Cuaca Ektreme

 

IDERAKYAT.COM — Menjelang Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menetapkan status waspada. Pasalnya, ada informasi ancaman berupa potensi siklon tropis di pesisir selatan serta risiko longsor di jalur utama transportasi darat akibat cuaca ekstrem.

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menuturkan bahwa, pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap kawasan pantai selatan yang diprediksi akan menjadi daya tarik wisatawan pada libur Natal dan Tahun Baru.

Tiga destinasi utama, yakni Pantai Karangtawulan, Pantai Pamayangsari, dan Pantai Sindangkerta di wilayah Cipatujah dan Cikalong, kini berada dalam pengawasan ketat.

Selain mempesiapkan berbagai kesiapan, Cecep juga mengimbau wisatawan tidak mengabaikan arahan petugas, terutama dengan adanya potensi gangguan cuaca dari siklon tropis yang dapat memicu gelombang tinggi.

“Sehingga masyarakat yang akan berwisata ke pantai diminta harus tetap waspada dengan monitoring petugas di lapangan,” ucap Cecep.

Selain ancaman di laut, daratan Tasikmalaya juga menyimpan risiko tinggi, khususnya di kawasan Tanjakan Gentong, Kecamatan Kadipaten. Jalur yang dikenal dengan kelok tajam dan panorama perbukitannya ini merupakan titik paling rawan longsor saat curah hujan tinggi.

Melihat situasi tersebut, BPBD bersama unsur terkait telah mendirikan sejumlah posko siaga bencana di titik-titik krusial sepanjang jalur utama. Posko ini diproyeksikan sebagai “Sentra Respons Cepat” untuk menangani keadaan darurat secara instan.

“Kesiapsiagaan personel menghadapi ancaman geologi dan cuaca ekstrem. Jika terjadi longsor, pohon tumbang, atau kendala fisik jalan lainnya, petugas bisa langsung bertindak sehingga arus kendaraan tidak lumpuh total,” pungkas Cecep.