Pemkab Tasikmalaya Rekonstruksi 32 Ruas Jalan, Aktivitas Ekonomi, Kesehatan, Pendidikan Lancar

IDERAKYAT.COM – Harapan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya untuk menikmati jalan yang lebih nyaman dan aman perlahan mulai terjawab. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berencana melakukan rekonstruksi di 32 ruas jalan rusak yang tersebar di berbagai wilayah.

Program perbaikan jalan tersebut bukan hanya sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi ikhtiar pemerintah daerah untuk mempermudah aktivitas warga sehari-hari. Mulai dari anak sekolah yang setiap pagi melewati jalan rusak, petani yang membawa hasil panen, hingga warga yang membutuhkan akses cepat menuju layanan kesehatan.

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin mengatakan, rekonstruksi jalan dilakukan secara bertahap agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Menurutnya, jalan yang baik akan berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi warga.

“Kalau akses jalan bagus, aktivitas masyarakat tentu lebih lancar. Perekonomian bergerak, akses pendidikan lebih mudah, begitu juga pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Ia juga meminta dukungan dan pengawasan dari seluruh elemen masyarakat agar proses pembangunan berjalan baik dan sesuai harapan bersama.

Rekonstruksi tahap pertama akan dilakukan di sejumlah ruas, di antaranya Blok Cigedang–Papayan Cikalong, Bojongkapol–Cikangkung, Cireundeu–Cihanura, Barengkok/Cisasah–Cibeber, Cineam–Rajadatu, Papayan–Cikalong, Ciwatin–Kalapagenep, Cibuntu–Pugeran, hingga Sukamantri–Pagerageung.

Kemudian pada tahap kedua, perbaikan menyasar ruas Warung Leugok–Cimanis, Jamupu–Banjarwaringin, KH Umar Sanusi, Rancabakung–Bojongasih, KH Muhammad Syabandi, Gorowong–Singkup, Puspahiang–Mandalasari, Sukakerta–Setiawangi, Sindangreret–Cidadap, Cikatomas–Cimedang, dan Sukagalih–Ciponyo.

Sementara tahap ketiga meliputi ruas Cineam–Singkup, Cibeber–Sindangjaya (Cikadu), Cineam–Citalahab, Cikawung–Jayamukti, Batulawang–Sukarame, Manonjaya–Salopa, Ciheras, Cipanas–Pametingan, Puspahiang–Cimanggu, Eureunpalay–Mertajaya, Genteng–Cikuya, Cisemplo–Karangdan, hingga Ciawi–Singaparna.

Masyarakat berharap perbaikan jalan tersebut tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi baru di daerah. Sebab selama ini, jalan rusak kerap menjadi keluhan warga karena menghambat aktivitas dan memperbesar risiko kecelakaan.