IDERAKYAT.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya mulai merealisasikan proyek besar pembangunan infrastruktur jalan senilai Rp230 miliar. Program yang akan menyasar 32 ruas jalan kabupaten tersebut dijadwalkan memasuki tahap pelaksanaan setelah penandatanganan akad pinjaman daerah bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) pada awal April 2026.
Setelah proses akad selesai, Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPU-TRPP-LH) Kabupaten Tasikmalaya akan langsung menandatangani kontrak kerja dengan para kontraktor pemenang lelang. Dengan demikian, pekerjaan fisik di lapangan ditargetkan mulai berjalan pada April 2026.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DPU-TRPP-LH Kabupaten Tasikmalaya, Risnandar Nurdianto, mengatakan seluruh tahapan persiapan proyek saat ini berjalan sesuai jadwal. Proses pengadaan barang dan jasa telah memasuki tahap akhir sehingga pelaksanaan konstruksi dapat segera dimulai.
“Rencana akad dengan PT SMI akan dilakukan pada awal April 2026. Setelah akad selesai, kami langsung melaksanakan kontrak dengan pihak ketiga yang memenangkan proses lelang. Begitu kontrak ditandatangani, pekerjaan fisik langsung dimulai pada bulan April ini,” ujar Risnandar, Senin (6/4/2026).
Ia menjelaskan, untuk menjaga efektivitas pelaksanaan, proyek pembangunan dibagi menjadi tiga tahap pengadaan. Tahap pertama terdiri dari 12 paket pekerjaan yang kini berada pada tahap penyelesaian proses administrasi. Selanjutnya tahap kedua mencakup 10 paket pekerjaan dan tahap ketiga juga sebanyak 10 paket pekerjaan.
Menurut Risnandar, pembagian paket tersebut dilakukan agar proses pelaksanaan, pengawasan, hingga pengendalian mutu pekerjaan dapat berjalan lebih optimal.
Sementara itu, mekanisme pencairan dana pinjaman sebesar Rp230 miliar dilakukan secara bertahap sesuai progres pekerjaan di lapangan. Sistem pembayaran menggunakan skema termin yang diawasi bersama oleh PT SMI dan Bank BJB.
“Pencairan dilakukan secara bertahap, mulai dari uang muka, kemudian termin sesuai progres fisik pekerjaan, yakni saat mencapai 50 persen, 75 persen hingga selesai 100 persen. Skema ini diterapkan untuk memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga dan proyek selesai tepat waktu,” jelasnya.
Di sisi lain, Penata Laksana Jalan dan Jembatan Terampil DPU-TRPP-LH Kabupaten Tasikmalaya, Wildan Nuruzzaman, ST, mengungkapkan sejumlah ruas jalan prioritas akan menjadi bagian dari lima Proyek Strategis Daerah yang segera ditetapkan Bupati Tasikmalaya.
Beberapa ruas yang menjadi prioritas di antaranya jalan Ciwatin–Kalapagenep di Kecamatan Cikalong serta ruas Papayan–Cikalong. Kedua jalur tersebut dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan konektivitas kawasan Tasikmalaya Selatan.
Menurut Wildan, pembangunan jalan di wilayah selatan diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perdagangan, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang memiliki potensi besar.
Dengan dimulainya proyek infrastruktur senilai Rp230 miliar ini, Pemkab Tasikmalaya optimistis kondisi jalan kabupaten akan semakin baik. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas antarwilayah, memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui tersedianya infrastruktur jalan yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas.

