Pembangunan Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas Utama Pemkab Tasikmalaya pada 2026, Aspirasi Warga Jadi Dasar Penentuan Proyek

IDERAKYAT.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya menegaskan pembangunan infrastruktur jalan akan menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan daerah sepanjang tahun 2026. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari implementasi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah disepakati bersama DPRD Kabupaten Tasikmalaya.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Roni Ahmad Sahroni, mengatakan penetapan ruas jalan yang akan diperbaiki dilakukan melalui proses perencanaan yang melibatkan masyarakat. Berbagai usulan yang dihimpun mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga pembahasan di tingkat kabupaten menjadi dasar dalam menentukan skala prioritas pembangunan.

Menurutnya, pendekatan tersebut dilakukan agar pembangunan infrastruktur benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang luas bagi peningkatan konektivitas antarwilayah.

“Pembangunan jalan memang tidak selalu mendongkrak pendapatan daerah secara instan dalam waktu singkat. Namun, manfaat jangka panjangnya sangat dirasakan masyarakat, terutama dalam meningkatkan konektivitas, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Roni, Kamis (2/4/2026).

Roni yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Tasikmalaya mengakui kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masih memiliki keterbatasan untuk memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan.

Karena itu, Pemkab Tasikmalaya mulai menyiapkan berbagai skema kolaborasi dengan pihak ketiga guna memperkuat kapasitas fiskal daerah. Salah satu aset strategis yang akan dioptimalkan melalui pola kerja sama tersebut adalah kawasan wisata Gunung Galunggung.

Menurut Roni, pengelolaan destinasi wisata andalan Kabupaten Tasikmalaya itu diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan, menarik lebih banyak wisatawan, sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Bulan ini kita mulai menuju skema kerja sama dengan pihak ketiga. Harapannya, dengan pengelolaan yang lebih profesional dan optimal, ini bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita,” katanya.

Selain pembangunan fisik, Pemkab Tasikmalaya juga terus mempercepat transformasi digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Digitalisasi dinilai menjadi pendukung penting agar pelayanan pemerintahan semakin cepat, transparan, dan efisien.

Pemerintah daerah menargetkan pembangunan infrastruktur fisik, penguatan layanan digital, serta optimalisasi potensi daerah dapat berjalan secara beriringan sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita ingin pembangunan berjalan seimbang. Infrastruktur fisik kita perkuat, transformasi digital kita dorong, dan potensi daerah kita optimalkan melalui kerja sama strategis,” tutup Roni.