IDERAKYAT.COM – Aliansi Anak Bangsa Kabupaten Tasikmalaya mengajak masyarakat menjaga persatuan, ketertiban, dan kedewasaan dalam berdemokrasi di tengah dinamika politik nasional. Aliansi yang terdiri dari DPP Gerakan Ajengan Muda (GAM), GEMP4R (Gerakan Pendukung Presiden Prabowo), dan APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia) tersebut juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang berpotensi memecah belah.
Seruan tersebut disampaikan dalam konferensi pers bersama yang digelar di Hotel Dewi Asri, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (24/8/2026).
Ketua Umum Aliansi Anak Bangsa Kabupaten Tasikmalaya, Farhan Abdul Azis, mengatakan demokrasi tetap membutuhkan kritik, pengawasan, serta partisipasi masyarakat. Namun, kebebasan menyampaikan pendapat harus dilakukan secara bertanggung jawab dan sesuai dengan koridor konstitusi.
Menurut Farhan, penyampaian aspirasi jangan sampai ditunggangi provokasi yang dapat memicu keresahan maupun benturan antarmasyarakat.
“Kami hadir bukan untuk membungkam kritik atau menutup ruang aspirasi. Demokrasi memang membutuhkan kritik dan pengawasan. Namun, aspirasi jangan sampai ditunggangi provokasi yang berpotensi memecah belah masyarakat,” kata Farhan.
Ia menilai perbedaan pandangan politik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Karena itu, perbedaan seharusnya menjadi ruang untuk bertukar gagasan dan mencari solusi, bukan menjadi pemicu konflik.
Farhan juga menyoroti pentingnya menjaga kondusivitas Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan kehidupan nasional. Menurutnya, situasi yang berkembang di Ibu Kota berpotensi memberikan dampak terhadap kondisi sosial dan ekonomi di berbagai daerah.
Karena itu, Aliansi Anak Bangsa mendorong setiap persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui mekanisme dialog, audiensi, musyawarah, serta komunikasi dengan lembaga legislatif dan pemerintah.
“Kami mendorong penyelesaian persoalan melalui dialog dan musyawarah. Aspirasi masyarakat tetap harus disampaikan, tetapi sebisa mungkin dilakukan dengan cara-cara yang tidak menimbulkan keresahan maupun benturan massa,” ujarnya.
Ketua DPP Gerakan Ajengan Muda (GAM), Hadis Munawir, menambahkan bahwa kedewasaan berdemokrasi perlu dibangun melalui etika, ilmu, serta sikap saling menghormati.
Ia menekankan pentingnya menghormati pemerintah yang sah atau ulil amri demi menjaga kemaslahatan bersama. Namun, penghormatan tersebut tidak berarti masyarakat kehilangan hak untuk melakukan pengawasan maupun menyampaikan kritik.
“Ketaatan kepada pemerintah yang sah harus berjalan beriringan dengan kontrol sosial dan nasihat yang konstruktif. Kritik harus disampaikan dengan adab, ilmu, argumentasi, dan solusi, bukan dengan narasi yang memicu konflik horizontal,” tutur Hadis.
Hadis juga menyinggung dinamika penyampaian aspirasi masyarakat di sejumlah daerah, termasuk Pati. Menurutnya, persoalan yang berkembang di tengah masyarakat perlu direspons pemerintah dengan membuka ruang komunikasi yang luas.
Ia berharap pemerintah membangun dialog yang inklusif agar keresahan masyarakat dapat disampaikan secara terbuka sekaligus dicarikan solusi tanpa berkembang menjadi konflik berkepanjangan.
“Pemerintah harus terus membuka ruang dialog. Dengan begitu, masyarakat memiliki tempat untuk menyampaikan persoalan, sementara pemerintah dapat memberikan penjelasan sekaligus mencari jalan keluar yang terbaik,” katanya.
Selain mengajak masyarakat menjaga kedewasaan dalam berdemokrasi, Aliansi Anak Bangsa Kabupaten Tasikmalaya menyatakan komitmennya untuk mendukung sekaligus mengawal pelaksanaan program strategis pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Aliansi berharap program tersebut dapat dilaksanakan secara transparan, berkualitas, tepat sasaran, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut mereka, pengawasan terhadap program pemerintah bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga negara. Masyarakat juga memiliki peran penting untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan.
Selain MBG, Aliansi Anak Bangsa mendorong percepatan penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Program tersebut dinilai berpotensi menjadi instrumen untuk memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat desa.
Farhan menegaskan pembangunan ekonomi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pedagang pasar, pelaku UMKM, petani, dan masyarakat desa.
“Pembangunan ekonomi tidak boleh berhenti pada angka-angka statistik, tetapi harus dirasakan langsung oleh pedagang pasar, pelaku UMKM, petani, hingga masyarakat desa. KDMP harus dikelola secara profesional dan bebas dari kepentingan kelompok tertentu,” tegasnya.
Ia berharap koperasi desa dapat menjadi wadah penguatan ekonomi masyarakat dengan pengelolaan yang transparan, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Melalui pernyataan bersama tersebut, Aliansi Anak Bangsa Kabupaten Tasikmalaya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun isu yang berpotensi memecah persatuan.
Generasi muda, tokoh agama, pelaku usaha, pedagang, organisasi masyarakat, hingga masyarakat desa dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan suasana demokrasi yang sehat dan kondusif.
Aliansi juga mengajak masyarakat menjadikan perbedaan pendapat sebagai bagian dari proses demokrasi yang harus disikapi secara dewasa.
“Perbedaan merupakan bagian dari demokrasi. Yang harus kita jaga adalah persatuan dan kepentingan masyarakat luas. Kritik tetap diperlukan, tetapi mari kita sampaikan dengan cara yang konstruktif dan bertanggung jawab,” pungkas Farhan.
