Cinta Ditolak, Pria di Bojonggambir Ngamuk Bawa Golok dan Rusak Rumah Korban

IDERAKYAT.COM – Kasus pengrusakan rumah disertai aksi pengancaman menggunakan senjata tajam terjadi di Kampung Cioray, Desa Kertanegla, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya.

Pelaku seorang pria bernama Dadin (25), warga Kampung Babakan, nekat mengamuk setelah cintanya ditolak oleh seorang perempuan berinisial ALS.

Aksi tersebut membuat warga sekitar panik lantaran pelaku datang sambil berteriak-teriak dan membawa sebilah golok ke depan rumah korban.

Kapolsek Bojonggambir Iptu Agus Sukmana mengatakan, aksi teror yang dilakukan pelaku ternyata bukan kali pertama. Sebelumnya, Dadin sudah lebih dulu mendatangi rumah korban pada Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 00.10 WIB.

“Pelaku datang ke rumah korban sambil berteriak menyuruh korban keluar rumah. Karena korban ketakutan dan tidak keluar, pelaku kemudian melempari kaca jendela menggunakan batu hingga rusak,” ujar Agus, Rabu (1/4/2026).

Tak hanya merusak jendela, pelaku juga sempat memutus kabel wifi rumah korban sebelum akhirnya meninggalkan lokasi kejadian.

Namun, dua hari berselang, tepatnya pada Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 13.00 WIB, pelaku kembali mendatangi rumah ALS. Kali ini situasinya jauh lebih mencekam karena Dadin datang sambil membawa golok.

Di depan rumah korban, pelaku terus berteriak memanggil korban agar keluar. Karena korban tetap memilih bertahan di dalam rumah akibat ketakutan, pelaku kemudian melampiaskan emosinya dengan membacok barang-barang dan batang pohon yang berada di sekitar rumah korban.

Sementara itu, Plt Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Ipda Agus Yusup Suryana menambahkan jika sebelum melakukan prngamanan palku ada panggilan melalui 110 ke polres Tasikmalaya.

“Warga bersama anggota Polsek Bojonggambir yang menerima laporan melalui call center 110 langsung bergerak ke lokasi dan berhasil mengamankan pelaku sekitar pukul 21.00 WIB,” jelasnya.

Saat diamankan, polisi turut menyita satu bilah golok yang digunakan pelaku untuk mengancam korban dan merusak barang di sekitar rumah.

Menurut hasil pemeriksaan sementara, motif aksi nekat tersebut dipicu rasa sakit hati karena cinta pelaku ditolak oleh korban.

“Korban menolak karena saat ini statusnya sudah memiliki suami, sehingga tidak mungkin menerima perasaan pelaku yang memang sudah lama menyukai korban,” terang Agus.