IDERAKYAT.COM – Kerusakan bahu jalan di ruas Sukaraja–Mangunreja, tepatnya di Kampung Cibeureum, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, semakin mengkhawatirkan. Pengikisan tanah hingga kedalaman sekitar 10 meter mengancam keselamatan pengguna jalan.
Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin memastikan perbaikan titik longsor tersebut diprioritaskan pada tahun anggaran 2026. Ia telah meminta dinas teknis terkait segera melakukan penanganan sebelum kerusakan semakin parah akibat musim hujan.
“Perbaikan longsoran di Tanjungjaya akan segera dikerjakan tahun ini. Saya sudah meminta dinas teknis terkait untuk memprioritaskan pengerjaannya,” ujar Cecep saat meninjau lokasi, Senin (19/10/2026).
Menurutnya, percepatan perbaikan diperlukan untuk mencegah longsor susulan yang dapat mengancam keselamatan pengendara dan mengganggu akses transportasi masyarakat.
“Tahun ini harus segera diperbaiki. Dikhawatirkan jika masuk musim penghujan, kerusakan dan longsorannya akan semakin parah,” tegasnya.
Berdasarkan kondisi di lapangan, pengikisan tanah yang terjadi sejak tahun lalu terus meluas hingga mendekati badan jalan beraspal. Sebagian tepi aspal mulai retak dan amblas akibat tanah penopang yang terkikis aliran air.
Untuk mengantisipasi kecelakaan, petugas telah memasang water barrier di sekitar lokasi. Namun, pembatas tersebut memakan hampir separuh badan jalan sehingga kendaraan dari arah Sukaraja maupun Mangunreja harus melintas secara bergantian.
Selama ini, warga setempat turut membantu mengatur arus lalu lintas secara swadaya untuk mencegah kemacetan dan kecelakaan.
Penanganan permanen di lokasi tersebut membutuhkan perbaikan konstruksi, termasuk pembangunan tembok penahan tanah (TPT) dan penataan drainase agar aliran air tidak kembali mengikis tebing.
Masyarakat berharap rencana perbaikan yang disampaikan pemerintah daerah segera direalisasikan sehingga ruas jalan Sukaraja–Mangunreja kembali aman dan nyaman dilalui.
