Kebakaran TPA Nangkaleah Tasikmalaya, Api Meluas hingga 5 Hektare Lebih

Petugas Damkar dan Tagana Kabupaten Tasikmalaya tengah berusaha memadamkan Api di TPA Nangkaleah Cioray Kecamatan Mangunreja.

IDERAKYAT.COM – TPA Nangkaleah Tasikmalaya terbakar pada Rabu (26/8/2026) dini hari. Kebakaran terjadi di Kampung Cioray, Desa Sukasukur, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya.

Api mulai muncul sekitar pukul 02.00 WIB dan dengan cepat membakar tumpukan sampah di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Nangkaleah. Hingga Rabu siang, area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai lebih dari 5 hektare dari total luas TPA sekitar 10 hektare.

Kebakaran tersebut memunculkan kepulan asap tebal yang membubung tinggi. Tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api kembali meluas.

Tim gabungan yang diterjunkan terdiri dari Damkar Kabupaten Tasikmalaya, Tagana, TNI, Polri, serta personel Yonif TP 939/Macan Putih.
Ketua Forum Komunikasi (FK) Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetiya, mengatakan petugas langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan kebakaran.

“Luas lahan yang terbakar sudah lebih dari 5 hektare dari total 10 hektare area TPA,” ujar Jembar.

Menurut Jembar, pemadaman kebakaran TPA Nangkaleah menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya kondisi tumpukan sampah yang tebal sehingga api dapat menjalar dan menyimpan bara di bagian dalam.

Keterbatasan sumber air di sekitar lokasi juga membuat proses pemadaman menjadi lebih berat. Armada pemadam harus berulang kali mengisi air dari lokasi yang cukup jauh.
Meski demikian, petugas berhasil melokalisasi api sehingga kebakaran TPA Nangkaleah tidak merambat ke permukiman warga.

“Alhamdulillah, api berhasil kami lokalisasi sehingga tidak sampai merambat ke area permukiman warga,” katanya.

Kepulan asap yang masih muncul membuat masyarakat di sekitar lokasi diminta meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

“Karena tebalnya asap, kami mengimbau masyarakat di sekitar lokasi untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna menghindari gangguan pernapasan,” ujar Jembar.

Sementara itu, Kepala UPTD Damkar Kabupaten Tasikmalaya, Agus Toni, mengatakan penyebab kebakaran TPA Nangkaleah masih dalam penyelidikan.

Namun, berdasarkan indikasi awal di lapangan, titik api diduga berasal dari limbah baterai bekas yang berada di dalam tumpukan sampah.

“Penyebab sementara diperkirakan berasal dari baterai bekas. Banyaknya barang-barang yang mudah terbakar di dalam tumpukan sampah membuat material cepat menyala dan api merambat dengan sangat cepat,” terang Agus.

Untuk menangani kebakaran, sebanyak tujuh unit armada pemadam kebakaran dan tangki air dikerahkan ke lokasi.

TNI dan Polri juga membantu proses penanganan, termasuk mendukung kebutuhan logistik dan mengamankan akses kendaraan pemadam di sekitar kawasan Mangunreja.

Hingga Rabu siang, petugas masih melakukan pendinginan atau cooling down di lokasi kebakaran TPA Nangkaleah.

Penyiraman dilakukan secara mendalam pada tumpukan sampah untuk memastikan bara api di bagian bawah benar-benar padam. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya kembali titik api yang dapat memicu kebakaran susulan.

Petugas juga terus memantau kondisi TPA Nangkaleah Tasikmalaya dan memastikan api tidak kembali meluas ke area lain maupun permukiman warga.