RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Hadirkan Layanan Prostodonti, Solusi Rehabilitasi Gigi hingga Wajah

RSUD KHZ Musthafa menyediakan layanan Poliklinik Prostodonti.

IDERAKYAT.COM – Kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang semakin beragam mendorong Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya terus mengembangkan layanan spesialistik.

Salah satu layanan yang kini menjadi bagian dari pengembangan tersebut adalah Poliklinik Prostodonti RSUD KHZ Musthafa. Pelayanan ini tidak sebatas menangani kehilangan gigi, tetapi juga mencakup rehabilitasi fungsi, kenyamanan, estetika gigi, mulut hingga wajah.

Pelayanan prostodonti ditujukan bagi pasien dengan berbagai kondisi, mulai dari kehilangan gigi, kerusakan gigi, gangguan sendi rahang, kebutuhan estetika hingga pasien yang memerlukan rehabilitasi setelah menjalani operasi pada area mulut dan wajah.

Direktur RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya, dr. Hj. Eli Hendalia, M.H.Kes., mengatakan pengembangan layanan tersebut merupakan bagian dari upaya rumah sakit memberikan pilihan pelayanan yang semakin lengkap kepada masyarakat.

“Pelayanan Prostodonti berfokus pada restorasi dan pemeliharaan fungsi mulut, kenyamanan, penampilan, dan kesehatan pasien melalui pembuatan gigi tiruan atau penggantian bagian mulut dan wajah yang hilang,” ujar Eli.

Kehilangan gigi tidak hanya berdampak pada penampilan. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi kemampuan seseorang ketika mengunyah makanan maupun berbicara.

Karena itu, salah satu pelayanan yang tersedia di Poliklinik Prostodonti adalah pembuatan gigi tiruan lepasan dan gigi tiruan cekat.

Pemilihan jenis gigi tiruan dilakukan berdasarkan kondisi serta kebutuhan pasien. Dengan rehabilitasi yang tepat, fungsi gigi yang hilang diharapkan dapat kembali mendukung aktivitas sehari-hari.

Selain gigi tiruan, tersedia pula pelayanan crown dan bridge. Tindakan tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki gigi yang mengalami kerusakan maupun menggantikan gigi yang hilang menggunakan konstruksi yang disesuaikan dengan kondisi pasien.

“Gigi tiruan merupakan salah satu bagian dari pelayanan Prostodonti untuk membantu pasien mendapatkan kembali fungsi gigi yang hilang. Jenis dan bentuknya disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi masing-masing pasien,” jelas Eli.

Poliklinik Prostodonti RSUD KHZ Musthafa juga memberikan pelayanan berkaitan dengan Temporomandibular Disorder (TMD) atau gangguan pada sendi rahang.

Gangguan tersebut dapat membuat pasien mengalami nyeri atau rasa tidak nyaman ketika mengunyah. Dalam kondisi tertentu, pasien juga dapat mengalami kesulitan saat membuka dan menutup mulut.

Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui kondisi pasien sebelum menentukan penanganan yang tepat.

“Gangguan sendi rahang perlu mendapatkan penanganan yang sesuai karena dapat memengaruhi aktivitas pasien, terutama saat mengunyah dan berbicara,” katanya.

Bagi masyarakat yang mengalami kehilangan gigi, RSUD KHZ Musthafa juga menghadirkan pelayanan implan gigi.

Implan merupakan salah satu pilihan rehabilitasi gigi dengan menggunakan komponen yang ditempatkan pada tulang rahang sebagai penyangga gigi pengganti.

Namun, penggunaan implan tetap membutuhkan pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan kondisi pasien sesuai dengan tindakan yang akan dilakukan.

Sementara bagi pasien yang memiliki kebutuhan pada aspek penampilan gigi, tersedia pula pelayanan veneer.

Pelayanan tersebut dapat membantu memperbaiki tampilan gigi sehingga terlihat lebih rapi. Dengan demikian, prostodonti memiliki cakupan yang tidak hanya berorientasi pada fungsi, tetapi juga memperhatikan aspek estetika dan kenyamanan.

“Pelayanan Prostodonti tidak hanya berkaitan dengan fungsi gigi, tetapi juga dapat mencakup aspek kenyamanan dan estetika. Karena itu, penanganannya disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien,” ungkap Eli.

Tidak hanya berkaitan dengan gigi, pelayanan prostodonti di RSUD KHZ Musthafa juga mencakup rehabilitasi bagian wajah.

Salah satunya adalah Custom Ocular Prosthesis atau mata tiruan khusus. Pelayanan ini diperuntukkan bagi pasien yang membutuhkan prostesis mata untuk menunjang rehabilitasi estetika.

Pembuatan prostesis dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan pasien sehingga hasilnya dapat dibuat secara lebih personal.

Layanan lainnya adalah obturator definitif, yakni prostesis yang dapat digunakan pada pasien tertentu setelah menjalani tindakan pembedahan di area mulut maupun wajah.

Keberadaan obturator dapat membantu mendukung fungsi yang mengalami gangguan akibat kondisi pascapembedahan. Penggunaannya disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan indikasi medis pasien.

“Untuk pasien pascapembedahan pada area mulut dan wajah, dibutuhkan rehabilitasi yang tepat agar fungsi yang terganggu dapat dibantu untuk dikembalikan. Salah satunya melalui penggunaan obturator definitif sesuai indikasi pasien,” tutur Eli.

Beragam layanan tersebut menjadi bagian dari komitmen RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya dalam memperluas pelayanan kesehatan gigi, mulut dan wajah.

Dengan hadirnya Poliklinik Prostodonti, masyarakat memiliki akses terhadap layanan rehabilitasi untuk berbagai kondisi, mulai dari kehilangan gigi hingga kebutuhan khusus setelah menjalani pembedahan.

RSUD KHZ Musthafa berharap masyarakat tidak mengabaikan gangguan fungsi maupun kondisi gigi dan mulut yang dialami. Pemeriksaan dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi pasien sekaligus menentukan pilihan pelayanan yang paling sesuai.

“Harapannya, masyarakat dapat memanfaatkan layanan yang tersedia di RSUD KHZ Musthafa sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatannya. Kami terus berupaya memberikan pelayanan yang semakin lengkap dan berkualitas bagi masyarakat,” pungkas dr. Hj. Eli Hendalia.