IDERAKYAT.COM – Inspektorat Daerah Kabupaten Tasikmalaya terus mendorong transformasi digital dalam pelaksanaan pengawasan internal pemerintah daerah.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni memperkuat kemampuan aparatur melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pengawasan (SIMWAS).
Kegiatan tersebut digelar di Aula Wirawangsa Inspektorat Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (18/8/2026).
Bimtek menjadi bagian dari upaya Inspektorat meningkatkan efektivitas pengawasan sekaligus membangun tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel.
Melalui penerapan SIMWAS, proses pengawasan diharapkan tidak lagi hanya mengandalkan sistem administrasi konvensional. Pengelolaan data, pemantauan kegiatan, hingga pelaporan hasil pengawasan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi dengan dukungan teknologi informasi.
Kepala Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya, Dadan Wardana, S.IP., M.M., mengatakan digitalisasi pengawasan merupakan kebutuhan penting di tengah tuntutan penyelenggaraan pemerintahan yang semakin dinamis.
Menurutnya, pemanfaatan SIMWAS diharapkan mampu menghasilkan sistem pengawasan yang terintegrasi dan berbasis data.
“Penerapan SIMWAS ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya pengawasan yang lebih terintegrasi dan berbasis data. Sistem yang andal akan menghasilkan rekomendasi yang akurat bagi pengambilan keputusan serta perbaikan tata kelola pemerintahan daerah,” ujar Dadan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teori. Mereka juga mengikuti simulasi dan praktik langsung untuk memahami penggunaan berbagai fitur SIMWAS sesuai dengan kebutuhan dan skenario pengawasan di lapangan.
Dengan pola tersebut, aparatur diharapkan mampu memahami seluruh tahapan pengawasan, mulai dari pengelolaan data hingga penyusunan dan penyampaian laporan.
Sekretaris Inspektorat Daerah Kabupaten Tasikmalaya, H. Enjang Rahmat Sodik, S.H., M.H., menilai kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam keberhasilan penerapan sistem pengawasan berbasis digital.
“Aplikasi yang canggih tidak akan berjalan optimal tanpa didukung oleh kesiapan aparatur yang terampil. Oleh karena itu, bimtek ini dirancang agar setiap auditor dan pemeriksa benar-benar menguasai alur kerja SIMWAS dari hulu ke hilir,” kata Enjang.
Ia menambahkan, penerapan SIMWAS juga diharapkan dapat membuat administrasi dan pelaporan pengawasan menjadi lebih sistematis. Dengan demikian, proses birokrasi dapat dipangkas tanpa mengurangi ketelitian dalam pelaksanaan pemeriksaan.
Penguatan sistem pengawasan berbasis digital tersebut menjadi bagian dari komitmen Inspektorat Daerah Kabupaten Tasikmalaya untuk meningkatkan kualitas pengawasan internal pemerintah.
Optimalisasi teknologi informasi sekaligus peningkatan kompetensi aparatur diharapkan mampu membuat pengawasan lebih cepat, responsif, terukur, dan berbasis data. Pada akhirnya, hasil pengawasan diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan akuntabilitas pemerintahan serta kualitas pelayanan publik di Kabupaten Tasikmalaya.
