IDERAKYAT.COM – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperkuat komitmennya dalam memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Bersama Danantara Indonesia, PNM kini menghadirkan 516 jaringan pelayanan di kawasan 3T sebagai bagian dari upaya mendorong pemerataan ekonomi dan pemberdayaan pelaku usaha ultra mikro di seluruh Indonesia.
Langkah tersebut menjadi bukti nyata bahwa pembangunan ekonomi inklusif tidak hanya berfokus pada wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah-daerah yang memiliki tantangan geografis tinggi, seperti pulau-pulau kecil di Natuna, Kepulauan Talaud, Maluku, pedalaman Kalimantan, dataran tinggi Papua, hingga desa-desa perbatasan di Nusa Tenggara.
Direktur Utama PNM, Kindaris, mengatakan bahwa saat ini PNM memiliki 4.035 unit layanan di seluruh Indonesia, dengan 516 unit atau lebih dari 10 persen berada di wilayah 3T.
“PNM hadir melalui 4.035 unit, di mana 516 di antaranya berada di wilayah 3T. Artinya, lebih dari 10 persen jaringan pelayanan PNM menjangkau wilayah-wilayah dengan medan yang penuh tantangan,” ujar Kindaris, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, kehadiran PNM di daerah terpencil bukan sekadar memperluas jaringan bisnis, melainkan menghadirkan keadilan ekonomi bagi masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal.
Ia menjelaskan, ketika masyarakat prasejahtera, khususnya perempuan pelaku usaha ultra mikro, memperoleh akses pembiayaan disertai pendampingan yang berkelanjutan, maka manfaat yang dirasakan bukan hanya peningkatan usaha, tetapi juga tumbuhnya kepercayaan diri, kemandirian keluarga, hingga meningkatnya aktivitas ekonomi di tingkat desa.
Di bawah naungan Danantara Indonesia, PNM memanfaatkan momentum transformasi BUMN untuk memperkuat perannya sebagai agen pembangunan nasional. Dukungan ekosistem Danantara dinilai membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, mempercepat inovasi layanan, meningkatkan kapasitas operasional, serta memperkuat sinergi antar-BUMN sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati layanan pembiayaan dan pemberdayaan.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengajak seluruh BUMN agar terus mengarahkan pembiayaan kepada sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing nasional, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk melalui pemberdayaan UMKM.
Bagi PNM, pembiayaan bukanlah tujuan akhir. Perusahaan menempatkan pendampingan usaha sebagai kunci utama keberhasilan pemberdayaan. Berbagai program seperti pelatihan kewirausahaan, literasi keuangan, peningkatan kapasitas usaha, hingga pembangunan karakter terus diberikan kepada nasabah agar pembiayaan mampu menciptakan perubahan ekonomi yang berkelanjutan.
Pendekatan tersebut telah membantu jutaan perempuan prasejahtera tidak hanya bertahan menjalankan usahanya, tetapi juga berkembang menjadi pelaku usaha yang mampu membuka lapangan pekerjaan baru dan menggerakkan perekonomian di lingkungan sekitarnya.
Transformasi pelayanan PNM juga sejalan dengan semangat Melayani Sepenuh Hati yang diusung Danantara melalui program Danantara Indonesia CX100. Program tersebut mendorong seluruh BUMN untuk menghadirkan pengalaman layanan terbaik bagi masyarakat dengan mengedepankan kualitas pelayanan sebagai indikator utama keberhasilan.
Semangat pelayanan itu selama ini telah diwujudkan melalui peran para Account Officer PNM yang tidak hanya bertugas menyalurkan pembiayaan, tetapi juga menjadi pendamping yang memahami kondisi, kebutuhan, serta tantangan yang dihadapi setiap nasabah.
“Keberhasilan bukan diukur dari seberapa jauh kami menyalurkan pembiayaan, tetapi seberapa jauh kami mampu menghadirkan harapan hingga ke wilayah yang paling sulit dijangkau. Di bawah naungan Danantara, kami memiliki optimisme yang lebih besar untuk memperluas akses pembiayaan dan pemberdayaan hingga pelosok Indonesia,” tambah Kindaris.
PNM menegaskan komitmennya untuk terus mendukung transformasi Danantara dengan memastikan setiap perempuan prasejahtera memperoleh kesempatan yang sama dalam mengembangkan usahanya. Perusahaan juga berupaya menghadirkan layanan yang mudah diakses, efektif, hangat, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki tantangan geografis yang besar. Karena itu, PNM memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal hanya karena lokasi tempat tinggalnya. Dengan menjangkau pegunungan, pulau-pulau kecil, kawasan perbatasan, hingga desa-desa terpencil, PNM berharap pembangunan ekonomi Indonesia dapat berlangsung secara inklusif dan merata di seluruh wilayah.

