IDERAKYAT.COM – Kebahagiaan terpancar dari wajah para peserta program mudik gratis yang digelar Pupuk Kujang.
Program tahunan ini kembali menjadi harapan bagi masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari buruh hingga pedagang kaki lima, untuk bisa pulang ke kampung halaman tanpa terbebani biaya transportasi yang tinggi.
Sejak subuh, suasana di kawasan helipad Pupuk Kujang, Cikampek, sudah dipadati calon pemudik. Salah satunya Laras Anjani (34), yang datang bersama suami dan lima anaknya yang masih kecil. Dengan sigap, Laras menggendong bayi di pundaknya sambil menggandeng dua anak lainnya, sementara sang suami membawa barang bawaan sekaligus menjaga anak-anak mereka.
Keluarga besar ini bersiap pulang ke kampung halaman di Banjarsari, Kabupaten Ciamis. Laras mengaku, awalnya ia sempat pesimis bisa mudik tahun ini setelah gagal mendapatkan tiket kereta api saat masa penjualan.
Namun keberuntungan berpihak padanya. Saat mencari informasi mudik gratis melalui internet, Laras menemukan program yang diselenggarakan Pupuk Kujang dan langsung mendaftarkan seluruh anggota keluarganya.
“Alhamdulillah akhirnya kami bisa mudik, bahkan gratis. Walaupun gagal dapat tiket kereta, program ini sangat membantu,” ujar Laras saat ditemui di lokasi pemberangkatan, Rabu (18/3/2026).
Menurutnya, program ini sangat meringankan beban ekonomi keluarga. Sebagai pedagang kupat tahu di Cikarang, penghasilannya tidak selalu menentu. Dengan adanya mudik gratis, ia bisa menghemat biaya perjalanan hingga jutaan rupiah.
“Uang ongkosnya bisa dipakai untuk kebutuhan lain di kampung. Ini sangat berarti bagi kami,” katanya.
Bahkan demi memastikan tidak tertinggal jadwal keberangkatan, Laras dan keluarganya rela menginap di sekitar lokasi pemberangkatan.
Pengalaman serupa juga dirasakan Zaenal Muttaqien (41), seorang pedagang cuanki asal Garut yang telah merantau di Karawang sejak 1999. Tahun ini menjadi kali kedua ia mengikuti program mudik gratis dari Pupuk Kujang.
Zaenal mengaku selalu berusaha ikut program tersebut karena dinilai lebih nyaman dan aman dibandingkan moda transportasi umum lainnya saat musim mudik.
“Lebih nyaman, tidak perlu berdesakan di terminal, tidak khawatir copet, dan tidak harus berdiri di perjalanan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, armada bus yang digunakan tidak berhenti terlalu sering (ngetem), sehingga perjalanan menjadi lebih cepat dan efisien.
“Tinggal duduk saja dengan nyaman, biasanya waktu tempuh juga lebih singkat,” tambahnya.
Pada tahun ini, Pupuk Kujang memberangkatkan sebanyak 354 pemudik ke berbagai daerah tujuan menggunakan enam unit bus premium. Program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membantu masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri.
Direktur Utama Pupuk Kujang, Budi Santoso Syarif, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga untuk meningkatkan keselamatan perjalanan mudik.
Sebelum keberangkatan, seluruh peserta juga mendapatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis guna memastikan kondisi fisik mereka dalam keadaan baik.
“Kami ingin seluruh peserta bisa sampai di tujuan dengan selamat dan sehat,” ujar Budi.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa program mudik gratis ini juga menjadi bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat dan lingkungan. Selain membantu masyarakat, program ini turut berkontribusi dalam mengurangi kepadatan lalu lintas saat arus mudik, karena mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan.
“Dengan adanya mudik gratis, kita ikut membantu mengurangi beban jalan dan kepadatan kendaraan selama musim mudik,” pungkasnya.

