IDERAKYAT.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan melalui program unggulan Jalan Kasep. Program yang digagas Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin bersama Wakil Bupati Asep Sopari Al Ayubi itu menargetkan seluruh jalan kabupaten dalam kondisi mantap dan mulus dalam kurun waktu dua tahun.
Perbaikan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Cecep-Asep karena dinilai sebagai fondasi penting untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, memperlancar pelayanan publik, hingga membuka akses bagi wilayah-wilayah yang selama ini masih terkendala kondisi jalan rusak.
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, optimistis target tersebut dapat tercapai secara bertahap melalui berbagai strategi pembiayaan dan efisiensi anggaran.
“Insya Allah dua taun deui jalan urang lecir sadaya (Insya Allah dua tahun lagi jalan kita mulus semua),” ujar Asep.
Saat mulai memimpin Kabupaten Tasikmalaya pada 5 Juni 2025, pasangan Cecep-Asep menghadapi tantangan besar di sektor infrastruktur. Berdasarkan data pemerintah daerah, sekitar 1.230 kilometer jalan kabupaten berada dalam kondisi rusak sedang hingga rusak berat.
Kerusakan tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari ruas jalan yang belum pernah mendapatkan peningkatan kualitas hingga jalan yang mengalami kerusakan akibat usia dan minimnya pemeliharaan selama bertahun-tahun.
Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan agar konektivitas antarwilayah dapat meningkat dan aktivitas ekonomi masyarakat tidak lagi terhambat.
Meski dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, Pemkab Tasikmalaya tetap menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas utama.
Untuk mendukung percepatan pembangunan jalan, pemerintah daerah melakukan cut-off anggaran terhadap sejumlah belanja yang dinilai kurang mendesak, seperti perjalanan dinas, kegiatan seremonial, hingga bimbingan teknis (bimtek).
Kebijakan efisiensi tersebut berhasil menghasilkan anggaran sekitar Rp29 miliar yang kemudian dialihkan untuk pembangunan dan perbaikan jalan di berbagai wilayah Kabupaten Tasikmalaya.
Selain mengoptimalkan anggaran daerah, Pemkab Tasikmalaya juga memanfaatkan pembiayaan melalui pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Melalui skema tersebut, pemerintah saat ini tengah mengerjakan pembangunan dan peningkatan 32 ruas jalan dengan total nilai investasi mencapai Rp230,25 miliar.
Asep menjelaskan, pada tahun ini pembangunan ditargetkan mencakup sekitar 100 kilometer jalan yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya berfokus pada pengaspalan jalan, tetapi juga mencakup pembangunan saluran drainase agar umur jalan lebih panjang serta pengembangan jaringan irigasi yang mendukung sektor pertanian.
“Tahun ini ada sekitar 100 kilometer jalan yang dibangun. Pembangunan tidak hanya fokus pada badan jalan, tetapi juga dilengkapi drainase. Selain itu, sektor irigasi untuk menunjang pertanian masyarakat juga menjadi perhatian kami,” jelasnya.
Pemkab Tasikmalaya menilai pembangunan jalan memiliki dampak yang jauh lebih luas dibanding sekadar meningkatkan kenyamanan berkendara.
Jalan yang baik akan mempercepat distribusi hasil pertanian dari desa menuju pusat perdagangan, menekan biaya logistik, memperlancar aktivitas usaha masyarakat, hingga meningkatkan daya saing ekonomi daerah.
Selain itu, akses jalan yang memadai juga diyakini mampu mempercepat pelayanan kesehatan karena mobilitas masyarakat menuju rumah sakit atau fasilitas kesehatan menjadi lebih mudah, terutama bagi warga di wilayah terpencil.
Program Jalan Kasep juga diharapkan mampu membuka keterisolasian sejumlah desa sehingga muncul pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Tasikmalaya.
Keseriusan pemerintah daerah dalam menjalankan Program Jalan Kasep ditunjukkan langsung oleh Bupati Cecep Nurul Yakin yang rutin turun ke lapangan untuk memantau progres pembangunan jalan.
Selain memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis, Bupati juga memberikan perhatian terhadap ketahanan konstruksi jalan agar mampu bertahan dalam jangka panjang.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni memperketat pengawasan terhadap kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan.
Cecep menegaskan pembangunan infrastruktur akan dilakukan secara bertahap, merata, dan berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan seluruh masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.
“Dengan terbukanya aksesibilitas wilayah, roda pembangunan akan bergerak lebih cepat. Perekonomian tumbuh, pelayanan publik semakin mudah dijangkau, dan kesejahteraan masyarakat Tasikmalaya akan meningkat,” tegas Cecep.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga infrastruktur yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Melalui Program Jalan Kasep, Pemkab Tasikmalaya berharap wajah infrastruktur daerah berubah signifikan dalam dua tahun ke depan. Jalan-jalan yang mulus diharapkan mampu memperkuat konektivitas antardesa hingga perkotaan, sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
SEO Title: Program Jalan Kasep Dikebut, Pemkab Tasikmalaya Targetkan 1.230 Km Jalan Rusak Tuntas dalam Dua Tahun
Meta Description: Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Program Jalan Kasep menargetkan seluruh jalan kabupaten mulus dalam dua tahun. Sebanyak 32 ruas jalan senilai Rp230,25 miliar mulai dibangun untuk mempercepat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi.

