IDERAKYAT.COM – Peristiwa tersambar petir menimpa lima warga Kampung Jayawangi, Desa Karyawangi, Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, pada Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Insiden terjadi saat para korban tengah bekerja membangun gedung untuk pembangunan Koperasi Merah Putih.
Kapolsek Salopa, AKP Kadarusman, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, peristiwa terjadi ketika kondisi cuaca di lokasi sedang mendung dan berpotensi hujan.
“Kelima korban tersambar petir saat bekerja membuat saung atau gudang penyimpanan material. Saat itu cuaca mendung, kemudian tiba-tiba petir menyambar lokasi,” ujar AKP Kadarusman.
Adapun identitas para korban yakni Dadan Hidayat (41), buruh; Jaja Zakaria (46), petani; Ujang Misbah (42), buruh; Mastur (59), buruh; dan Omay Surahman (50), wiraswasta. Seluruh korban merupakan warga Desa Karyawangi, Kecamatan Salopa.
Akibat kejadian tersebut, kelima korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Islam Kota Tasikmalaya untuk mendapatkan penanganan medis.
Setelah diperiksa, empat korban yakni Jaja Zakaria, Ujang Misbah, Mastur, dan Omay Surahman diperbolehkan pulang karena hanya mengalami luka ringan.
“Sementara itu, Dadan Hidayat masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit,” kata dia.
Dadan diketahui mengalami luka berupa garis hitam melingkar di leher, yang diduga akibat reaksi sambaran petir saat ia mengenakan kalung.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan sejumlah faktor yang diduga memperbesar risiko insiden tersebut.
Di antaranya, lokasi pembangunan saung berada di area terbuka tanpa pelindung, serta terdapat tumpukan besi di sekitar lokasi yang berpotensi menjadi penghantar listrik saat terjadi petir.

