Cecep Tegas soal WFH: Kerja dari Rumah Bukan Alasan Target Melorot

IDERAKYAT.COM – Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin memastikan kebijakan Work From Home (WFH) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tidak menurukan kualitas pelayanan terhadap masyarakat.

Untuk memastikan hal itu, Pemkab kini tengah mematangkan Peraturan Bupati (Perbup) yang akan mengatur teknis pelaksanaan WFH secara lebih rinci dan terukur.

Menurut Cecep, pola kerja dari rumah harus tetap berpijak pada tanggung jawab dan hasil kerja yang jelas. Ia menegaskan, ASN tetap wajib menyelesaikan seluruh tugas kedinasan sesuai target, meskipun tidak bekerja secara fisik di kantor.

“Teknisnya nanti akan kami atur lebih detail melalui Perbup, supaya meski WFH, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal dan tidak ada penurunan kualitas,” ujar Cecep.

Ia menekankan, indikator utama kebijakan WFH bukan sekadar absensi atau kehadiran pegawai, melainkan output pekerjaan, capaian target, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah sedang menyiapkan sistem pengukuran kerja yang lebih spesifik agar setiap perangkat daerah tetap bisa dipantau secara berkala.

“Jangan sampai target turun gara-gara WFH. Sistem kerja boleh berubah, tetapi hasilnya harus tetap maksimal,” tegasnya.

Cecep menjelaskan, optimisme terhadap kebijakan ini juga didukung capaian kinerja Pemkab Tasikmalaya dalam sembilan bulan terakhir yang menunjukkan tren positif. Berdasarkan pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), sejumlah indikator strategis daerah mengalami peningkatan.

Menurutnya, kenaikan LPE tidak lepas dari kebijakan refocusing anggaran yang diarahkan pada belanja infrastruktur, penguatan sektor ekonomi, serta mulai bergulirnya program MBG yang memberi efek terhadap perputaran ekonomi daerah.

Terkait penerapan WFH pada hari Jumat yang berdekatan dengan akhir pekan, Cecep menilai hal tersebut tidak menjadi persoalan selama setiap ASN tetap mampu memenuhi target kerja yang telah ditetapkan.

Baginya, yang terpenting bukan lokasi bekerja, tetapi sejauh mana pekerjaan terselesaikan tepat waktu dan pelayanan kepada masyarakat tetap prima.

“Di rumah bukan berarti tidak punya tugas. Semua pekerjaan tetap harus selesai, jangan sampai pelayanan publik menurun atau kinerja ASN melemah,” tandasnya.