IDERAKYAT.COM – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tasikmalaya menyiapkan puluhan masjid yang berada di jalur strategis sebagai posko pelayanan bagi para pemudik pada arus mudik Lebaran 2026.
Sebanyak 35 masjid yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Tasikmalaya akan difungsikan sebagai Posko Mudik Ramah dan Nyaman, guna memberikan fasilitas bagi masyarakat yang menempuh perjalanan jauh menuju kampung halaman.
Program ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang digagas Kementerian Agama untuk menghadirkan masjid sebagai ruang pelayanan publik.
Baca Juga: Gerakan Pangan Murah Polres Tasikmalaya, Warga Bisa Belanja Banyak dengan Anggaran Minim
Tidak hanya sebagai tempat ibadah, masjid juga diharapkan menjadi tempat singgah yang aman, nyaman, dan ramah bagi para pemudik yang membutuhkan waktu istirahat selama perjalanan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Drs. H. Ahmad Patoni, M.M., menyapikan bahwa puluhan posko mudik tersebut ditempatkan di lokasi-lokasi strategis yang berada di jalur utama yang kerap dilalui kendaraan pemudik.
“Total ada 35 masjid yang disiapkan sebagai posko mudik. Dari jumlah tersebut, sembilan di antaranya menjadi titik utama yang berkolaborasi langsung dengan Kementerian Agama,” ujar Ahmad Patoni saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (6/3/2026).
Baca Juga: Ramadan di Balik Jeruji: Tahanan Polres Tasikmalaya Rutin Pengajian hingga Tarawih Bersama
Ia menuturkan, sembilan titik utama tersebut berada di beberapa kecamatan yang dikenal sebagai jalur perlintasan pemudik, seperti Ciawi, Kadipaten, Rajapolah, Salawu, Manonjaya hingga Cipatujah.
Menurutnya, sebagian posko mudik merupakan inisiatif masyarakat bersama pengurus masjid setempat.
Sementara sebagian lainnya merupakan hasil kolaborasi langsung dengan Kementerian Agama. Meski demikian, seluruh posko tersebut memiliki tujuan yang sama.
Dalam pelaksanaannya, Kemenag Kabupaten Tasikmalaya juga melibatkan berbagai unsur di lingkungan Kementerian Agama serta organisasi kemasyarakatan keagamaan.
Mulai dari kepala Kantor Urusan Agama (KUA), kepala madrasah negeri dan swasta, penyuluh agama, hingga organisasi kepemudaan dan keagamaan turut dilibatkan dalam memberikan pelayanan kepada para pemudik.
“Semua unsur kami libatkan. Mulai dari kepala KUA, kepala madrasah, para penyuluh agama, hingga organisasi seperti Ansor, FKDT, BKPRMI, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan berbagai organisasi lainnya ikut berpartisipasi dalam pelayanan kepada pemudik,” jelasnya.
Melalui posko berbasis masjid ini, para pemudik dapat memanfaatkan sejumlah fasilitas yang telah disiapkan, di antaranya tempat salat yang bersih, area istirahat sementara, informasi jalur perjalanan, hingga suasana yang ramah dan penuh kekeluargaan.
Ahmad Patoni berharap keberadaan posko tersebut dapat membantu para pemudik yang melintasi wilayah Tasikmalaya agar dapat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman.
“Masjid-masjid ini diharapkan menjadi tempat singgah yang menenangkan bagi para pemudik. Selain beristirahat, mereka juga bisa melaksanakan ibadah dengan nyaman,” ujar dia.

